NA Diminta Bongkar Dugaan Praktik Bagi Fee Elite

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gubernur Nurdin Abdullah (NA) diminta untuk segera membongkar tudingan adanya praktik bagi-bagi fee di kalangan elite Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.Desakan itu disampaikan Anti Corruption Committe (ACC) melalui Ketuanya Abdul Muthalib. Menurutnya, setoran adanya fee hingga 30 persen itu diindikasikan melibatkan mafia proyek. Praktik semacam ini menjadi penyakit dan borok bagi pemerintahan.”TP2D (Tim Percepatan Pembangunan Daerah) sudah mengungkap adanya dugaan praktik bagi-bagi fee. Ini akan jadi borok bagi pemprov. Sebaiknya hal tersebut segera mendapat respons dari aparat penegak hukum,” ujar Abdul Muthalib, Kamis (8/11).Gubernur, kata Muthalib, mestinya sejak awal sudah bertindak. Apalagi jika pemerintahannya sudah digerogoti mafia proyek yang kemungkinannya ada di internal maupun dari luar.“Ini membuktikan jika ada oknum yang diduga bermain proyek. Pemprov harus berani membuka data-datanya, serta siapa pelaku di baliknya,” tandas Muthalib.Sebagai seorang gubernur, NA diminta untuk tidak melindungi adanya oknum-oknum yang terlibat dalam bagi-bagi fee serta mafia proyek. Sebaliknya, mesti dibuka. Jika perlu melaporkannya, agar tidak ada kesan buruk yang muncul.Pernyataan Jayadi Nas yang menjadi bagian TP2D, disebutkan Muthalib, hendaknya menjadi salah satu dasar membuka tabir praktik ilegal tersebut.“Kejati seyogyanya segera menyelidiki dan mengusut kasus ini. Gubernur pun harus segera bertindak, jika ada oknum yang bermain proyek,” ungkapnya.

  • Bagikan