Penyerang Kantor Polsek Penjaringan Sudah 6 Tahun Digerogoti Penyakit – FAJAR –
Jabodetabek

Penyerang Kantor Polsek Penjaringan Sudah 6 Tahun Digerogoti Penyakit

Rahman kakak kandung Rohandi (Gobang Mahardika/JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Peristiwa penyerangan kantor polisi, Polsek Penjaringan, Jakarta Utara Jumat (9/11) dapat dipastikan, bahwa pelaku yang bersangkutan bukanlah teroris. Melainkan seseorang yang sedang mengalami depresi atau gangguan kejiwaan atas penyakitnya yang tidak kunjung sembuh.

Hal tersebut diungkapkan oleh kakak kandung dari pelaku, Rohman 53, yang juga merupakan Ketua RT 5 RW 9 Keluruhan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan Jakarta utara.

Dirinya mengatakan, jika sang adik nekat melakukan hal tersebut karena penyakit yang dimilikinya sudah hampir 6 tahun, dan sempat dioperasi 2 kali.

“Karena digerogotin penyakit, sudah dua kali operasi sama paru-paru. Akhirnya sampai sekarang terjadi seperti ini,” kata Rohma pada saat ditemui di kediamannya, Jumat (9/11).

Selain itu, dirinya menjelaskan keseharian dari adiknya yang melakukan penyerangan terhadap Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. “Keseharian dia itu selain salat engga ada, main game pun juga enggak, karena memang dia tidak punya handphone. Nonton televisi juga jarang,” ucapnya.

“Pelaku enggak pernah kemana-mana, kalau (salat) Jumat, dia berangkat duluan,” imbuh Rohman.

Sebelumnya, Kakak pelaku itu mengaku jika sang adik bungsunya itu kurang mendapatkan perhatian dari ketujuh saudara kandungnya. “Karena dia anak bungsu, kakak-kakaknya juga sudah nikah semua. Sudah pada keluar semua, jadi enggak ada yang perhatiin. Karena kita orang sibuk semua,” ungkap Rohman.

Sebelumnya, Rohman menceritakan awal kejadian terkait peristiwa tersebut. Dirinya mengetahui jika sepeda motor miliknya sudah tidak ada, ketika dirinya ingin pergi untuk salat subuh di Mushola Babussalam, Teluk Gong, Gang Mazda RT 5 RW 9, Penjaringan Jakarta Utara.

“Jadi pas saya mau keluar salat subuh, saya lihat motor saya sudah tidak ada. Dan dari Polsek (Penjaringan) ada yang kemari, nanya rumah saya, mereka nanyain adik saya Rohadi ‘oh, kenapa pak?’ Saya bilang begitu, dan mereka nyuruh saya ikut aja kepolsek. Ternyata saya tidak tahu ada masalah itu,” tutur Rohman. (dik/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!