Sudah 105 Kali Gempa, Mamasa Siaga Darurat Bencana – FAJAR –
Sulbar

Sudah 105 Kali Gempa, Mamasa Siaga Darurat Bencana

Ilustrasi gempa bumi.

FAJAR.CO.ID, MAMASA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menetapkan status siaga darurat bencana. Penetapan status diambil menyusul intensitas gempa di kawasan itu yang semakin meningkat.

Kepala BPBD Mamasa Daud Sattu mengatakan, status siaga darurat bencana resmi ditetapkan hingga sepakan kedepan. Tepatnya 9 November (hari ini) hingga 14 November mendatang.

“Hari ini sudah ditetapkan. Sebelumnya masih siaga darurat pengungsi, namun melihat kondisi sekarang ini sudah ditingkatkan,” kata Daud melalui keterangan resminya, Jumat (9/11).

Tercatat kurang lebih 14.886 jiwa di Mamasa telah mengungsi ke berbagai lokasi. Titik pengungsian tersebar seperti di Kecamatan Sumarorong, Sesena Padang, Balla, Tawalian, Messawa, Tabang hingga Tanduk Kalua. “Pemerintah juga sudah mengelar rapat koordinasi untuk penanganan pengungsi yang semakin bertambah,” kata Daud.

Berdasar website resmi Badan Meterologi Klimatologi (BMKG), sejak 3 November hingga hari ini, tercatat sudah 105 kali gempa melanda Mamasa. Rata-rata kekuatan gempa 2,6 hingga 4,0 SR.

Khusus hari ini, BMKG Wilayah IV Makassar mencatat 7 kali gempa terjadi. Hingga berita ini ditulis, gempa terakhir tercatat pada pukul 14.30 WITA. Kekuatan gempa pada hari ini bervariatif, mulai 2 hingga 4,7 SR

Intensitas peningkatan gempa disebutkan bersumber dari sesar Saddang yang kembali aktif. Koordinator Gempa Bumi BMKG IV Makassar Jamroni mengatakan, aktifnya sesar dibuktikan dengan kejadian gempa di Mamasa.

Sesar Saddang membentang dari pesisir Pantai Mamuju, Sulbar memotong diagonal melintasi daerah Sulsel Bagian Tengah, lalu Sulsel Bagian Selatan, Kota Bulukumba, hingga ke Pulau Selayar Bagian Timur.

Sementara panjang patahan membentang 60 hingga 70 km dengan kedalaman patahan sekitar 20 hingga 30 km. “Patahan ini mengitari Kabupaten Mamuju, Mamasa hingga Kabupaten Pinrang,” sebut Jamroni.

BMKG memastikan berdasarkan hasil pemodelan, menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (rul/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!