Tuntut Hentikan Reklamasi CPI, ASP Demo di Kantor DPRD Sulsel – FAJAR –
Sulsel

Tuntut Hentikan Reklamasi CPI, ASP Demo di Kantor DPRD Sulsel

ASP unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP) menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (9/11/2018). Mereka menuntuk reklamasi

Aksi yang menuntuk pemberhentian proyek relamasi Makassar dan pengerukan pasir di Takalar itu diikuti oleh puluhan warga Makassar dan Takalar, serta mahasiswa.

Koordinator aksi, Muhaimin menyebutkan, pemerintah seolah-olah menutup mata atas kerusakan lingkungan hidup, dan korban jiwa dikarenakan kehilangan mata pencaharian, khususnya laut, akibat dari proyek raksasa reklamasi pantai di Centre Point of Indonesia (CPI) tersebut.

“Karena aktivitas penimbunan laut telah memiskinkan nelayan pesisir seperti, nelayan Talo, Boloa, Lae-lae dan nelayan Takalar,” ujar Muhaimin.

Muhaimin menuturkan, di Kabupaten Takalar, menjadi lokasi pengambilan material untuk menimbunan proyek CPI dan MNP. Sehingga banyak nelayan Takalar berubah profesi menjadi tukang batu, anak buah kapal, menjual ikan dan tukang ojek.

Hal itu terjadi lantaran laut tercemar oleh aktivitas penambangan pasir yang dilakukan oleh Kapal Boskalis dari Belanda.

“Menurut keterangan masyarakat Takalar, sebagian nelayan melakukan tindak kejahatan seperti mencuri untuk menutupi kebutuhan keluarga. Itu terjadi karena wilayah tangkapan mereka rusak karena tambang pasir laut, selain itu 10 ribu anak nelayan terancam putus sekolah,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ASP mendesak pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengintervensi kebijakan yang disusun oleh Pansus. Keberpihakan Pansus akan menyengsarakan masyarakat pesisir.

“Pemerintah jangan menutup mata melihat perilaku buruk itu. Dalam undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 Pasal 35 huruf (i) jelas menyebutkan larangan melakukan penambangan pasir pada wilayah yang berdampak menimbulkan kerusakan lingkungan,” tutup Muhaimin.

(gunawan songki/pojoksulsel)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!