Evakuasi Resmi Dihentikan, Basarnas Kumpulkan 196 Kantong Jenazah – FAJAR –
Nasional

Evakuasi Resmi Dihentikan, Basarnas Kumpulkan 196 Kantong Jenazah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Memasuki hari ke-13, evakuasi pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat resmi ditutup. Badan SAR Nasional (Basarnas) atau Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (BNPP) mengambil keputusan ini dengan berbagai pertimbangan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI, Muhammad Syaugi mengatakan, penghentian operasi terpusat tim SAR gabungan didasari atas evaluasi bersama seluruh pihak yang terlibat. Dalam aspek penemuan puing pesawat atau korban pun pada hari ini nihil, padahal petugas sudah menyisir dengan penuh ketelitian.

“Berdasarkan evaluasi kita, kemarin kita hanya menemukan satu jenazah itu pun hanya pagi hari setelah itu sampai sore, malam, nihil. Hari ini tadi kita cek ke lapangan sampai saat ini juga nihil. Jadi berdasarkan pantauan tersebut kami dari tim SAR Basarnas mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini secara terpusat kita sudahi atau ditutup hari ini,” ujar Syaugi di Dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11).

Meski demikian, Syaugi memastikan bahwa kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap melakukan pemantauan di area jatuhnya Lion Air JT-610. Jika ditemukan tanda-tanda korban maka mereka akan segera mengevakuasinya.

“Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap melaksanakan operasi SAR. Kalau ada informasi baik itu dari nelayan atau siapapun juga yang menemukan ada di daerah tersebut Kantor SAR Jakarta maupun Bandung siap melaksanakan tugas tersebut, mereka siaga 24 jam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syaugi mengatakan bahwa sampai hari terakhir evakuasi ini, tim SAR gabungan sudah menyerahkan 196 kantong jenazah ke Rumah Sakit Polri Jakarta Timur. Dengan jumlah tersebut, diharapkan bisa mengungkap identitas 189 penumpang dan awak burung besi tersebut.

“Sampai hari ini kita sudah menyerahkan 196 kantong jenazah. Kita lihat sama-sama tadi malam sudah 77 yang sudah teridentifikasi,” imbuhnya.

Tak lupa, Syaugi pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia khususnya keluarga korban jika dianggap operasi SAR ini belum memuaskan mereka. Namun, dia memastikan bahwa Basarnas bersama pemerintah telah berusaha maksimal dalam melakukan evakuasi Lion Air JT-610.

“Mohon maaf pada seluruh masyarakat terutama kepada keluarga korban apabila dalam pelaksanaan evakuasi korban ini belum menyenangkan semua pihak, namun Kita sudah melaksanakan sekuat tenaga,” pungkasnya. (sat/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!