KPK dan Interpol Ikut Buru Jen Tang – FAJAR –
Hukum

KPK dan Interpol Ikut Buru Jen Tang

Massa HMI Korkom Unibos Makassar terlibat pengrusakan pagar kantor Kejati Sulsel ketika menggelar aksi demo, Jumat (9/11). (bkm/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Setahun lamanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), keberadaan Soedirjo Aliman alias Jen Tang belum juga membuahkan hasil.

Tersangka kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar itu terbilang licin. Ia selalu berhasil menyembunyikan diri, walau berbagai cara telah dilakukan Kejati Sulsel untuk menangkapnya. Termasuk melakukan cegah tangkal (cekal).

Karena belum juga bisa meringkus sang buron, Kejati Sulsel meminta bantuan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kajati Tarmizi pun berjanji tetap mengoptimalkan pengejaran.

“Kasus ini sangat diatensi oleh KPK. Mereka telah meminta laporan tentang penanganan kasus ini,” ujar Kajati, Jumat (9/11).

KPK, tambah Tarmizi, juga siap memback up penanganan kasus ini. Terutama dalam membantu melacak keberadaan Jen Tang.

Selain itu, pihak kejati telah meminta bantuan ke pihak Polri dan Interpol untuk melakukan pelacakan dan penangkapan terhadap Jen Tang.
Meski begitu, Tarmizi tetap meminta agar Jen Tang mau menyerahkan diri atau melaporkan ke kejaksaan secara baik-baik. Dengan begitu, perkaranya bisa diselesaikan secepatnya.

Kemarin, puluhan orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Bosowa Makassar menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejati. Kericuhan mewarnai aksi ini.

Penyebabnya, massa memaksa hendak masuk ke dalam halaman kantor Kejati.
Akibat kericuhan itu, pagar kantor Kejati Sulsel rusah dan rubuh setelah digoyang berkali-kali. Massa juga terlibat pembakaran ban serta boneka berbentuk mayat. Demo memicu kemacetan parah di ruang Jalan Urip Sumoharjo.

Dalam orasinya, mereka menuntut agar Kejati Sulsel segera menangkap Jen Tang yang hingga saat ini masih bebas berkeliaran.

“Ini bukti kalau Kejati tidak mampu menangkap dan menuntaskan kasus yang melibatkan Jen Tang. Kami tidak melihat ada upaya Kejati untuk serius menyikapi persoalan ini,” tegas Wirawan Kusuma Umar selaku jenderal lapangan.

Aksi anarkis mahasiswa ini bakal berujung ke proses hukum. Pihak kejati Sulsel segera melaporkannya ke polisi karena dianggap telah merusak fasilitas negara.

”Segera kami laporkan kasus pengrusakan ini,” kata Salahuddin, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati.

Menurut Salahuddin, baru kali ini ada pendemo yang cukup meresahkan. Pasalnya, mereka berusaha masuk ke kantor Kejati di saat pegawai sedang bekerja.

“Mereka dapat mengganggu aktivitas pegawai yang ada di sini (Kejati Sulsel) apabila mereka masuk ke dalam. Juga mengganggu jamaah yang akan melaksanakan salat di masjid Kejati,” jelas Salahuddin.

Akibat demo tersebut, lanjut Salahuddin, warga yang biasanya menunaikan salat Ashar di masjid Kajati, tidak bisa masuk. Karena akses jalan yang mereka gunakan untuk sampai ke masjid, tertutup oleh pada pendemo. (mat/bkm/fajar)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!