Mulai Putus Asa Kejar Jen Tang, Kejati Sulsel Mengadu ke KPK – FAJAR –
Hukum

Mulai Putus Asa Kejar Jen Tang, Kejati Sulsel Mengadu ke KPK

Jen Tang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi (kejati) Sulsel mulai angkat tangan mengejar Soedirjo Aliman alias Jen Tang. Tersangka kasus penyewahan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kota Makassar sudah hampir setahun berstatus DPO pasca ditetapkan buron 9 Desember 2017 lalu.

pelbagai upaya telah dilakukan pihak Kejati Sulsel untuk menangkap Jen Tang. Bahkan penyidik juga telah melakukan upaya pencekalan agar Jen Tang tidak bisa keluar negeri. Namun, penyidik masih terus menemui jalan buntu.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Tarmizi mengaku telah meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap Jen Tang.Pihak KPK kata Tarmizi, sejauh ini memberikan respon positif untuk ikut terlibat dalam penanganan kasus Jen Tang. “KPK meminta laporan penanganan untuk memback-up,” katanya.

Alhamdulillah kata Tarmizi, KPK bersedia membantu dalam penanganan kasus ini. Bahkan kasus ini juga menjadi perhatian pihak KPK. “KPK juga telah siap membantu. Terutama dalam hal membantu untuk melacak keberadaan Jen Tang,” tandasnya.

Bahkan pihaknya juga telah meminta bantuan ke pihak Polri dan Interpol, untuk melakukan pelacakan dan penangkapan terhadap pelaku.

Ia meminta agar Jen Tang mau menyerahkan diri secara baik baik agar perkara itu bisa diselesaikan dengan cepat.

Diketahui, Jen Tang dinilai berperan sebagai aktor utama dibalik terjadinya kerugian negara dalam pelaksanaan kegiatan penyewaan lahan negara yang terdapat di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Penetapan dirinya sebagai tersangka telah dikuatkan oleh beberapa bukti diantaranya bukti yang didapatkan dari hasil pengembangan fakta persidangan atas tiga terdakwa dalam kasus korupsi penyewaan lahan negara buloa yang hingga saat ini perkaranya bergulir di tingkat kasasi. Ketiga terdakwa masing-masing M. Sabri, Rusdin dan Jayanti.

Selain itu, bukti lainnya yakni hasil penelusuran tim penyidik dengan Pusat Pelatihan dan Aliran Transaksi Keuangan (PPATK). Dimana dana sewa lahan diambil oleh Jen Tang melalui keterlibatan pihak lain terlebih dahulu.

Jen Tang dinilai secara tanpa hak menguasai tanah negara seolah-olah miliknya sehingga PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero selaku Pelaksana Proyek Makassar New Port terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp 500 Juta untuk biaya penyewaan tanah.

Penetapan Jentang sebagai tersangka juga merupakan tindak lanjut dari langkah Kejati Sulsel dalam mengungkap secara tuntas dugaan penyimpangan lain di seputar lokasi proyek pembangunan Makassar New Port untuk mendukung percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional di Sulsel. (*)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!