Diselendupkan, 2,86 Ton Bibit Jagung Subsidi di Bone Diamankan Polisi

Minggu, 11 November 2018 - 15:59 WIB
FAJAR.CO.ID, BONE — Penyelundupan bibit jagung di Kabupaten Bone berhasil digagalkan Polres Bone. Bibit jagung bantuan pemerintah itu seberat 2,86 ton dan diperjualbelikan secara bebas.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma Praditya Negara menjelaskan, pelaku penyelundupan bibit jagung ditangkap di Desa Mattaro Purae, Kecamatan Amali, Sabtu, 10 November.
Pelaku, Arisman (29) kedapatan menyimpan bibit jagung yang seharusnya tidak diperjualbelikan karena merupakan bantuan dari pemerintah, melalui Kementerian Pertanian (Kementan). Di antaranya yakni benih jenis pioner sebanyak 718 kilogram dan jenis hibrida sebanyak 500 kilogram.
“Benih-benih jagung itu dia jual kepada pedagang Arsyad di Kecamatan Ulaweng. Dari sana, pedagang menjualnya kepada pengecer dengan keuntungan berlipat,” terang Dharma, Minggu, 11 November.
Selain keduanya, polisi juga mengamankan tersangka lainnya yakni Suharman. Ia juga menyimpan satu bungkus berukuran 5 kilogram bibit jagung jenis Syngenta 212. Bibit jagung itu sama dengan jenis yang diamankan dari pelaku Arisman. Ketiganya lantas digelandang di Mapolres untuk menjalani hukuman yang berlaku.
“Kita mulanya mendapatkan laporan dari petani yang membeli bibit jagung bantuan pemerintah. Di labelnya jelas tertulis bahwa benih itu tidak untuk diperjualbelikan,” papar lelaki asal Surabaya ini.
Salah satu pelaku, Arisman, mengakui barang selundupannya itu didatangkan langsung dari Manado dan Kabupaten Soppeng. Ia membelinya dengan harga miring Rp40 ribu. Selanjutnya dijual kepada pengecer dengan harga Rp50 ribu. “Ada dua ton yang dikirimkan langsung dengan harga Rp40 ribu pe kilogram. Nanti dijual ke pengecer dengan harga Rp50 ribu per kilogram,” jelasnya.
Salah satu pedagang itu yakni Arsyad, yang ikut ditahan bersamanya. Ia menyimpan hingga 601 kilogram bibit jagung jenis pioner. Tiga pelaku itu terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib karena tergiur keuntungan dari bibit jagung ilegal tersebut. Saat ini, pihak kepolisian sementara melakukan pengembangan terhadap jaringan penyelundupan bibit jagung ilegal itu. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.