Kejati Sulsel Akan Tentukan Kasus Dana Reses DPRD Makassar Bulan Ini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terus mendalami laporan dugaan korupsi dana reses anggota DPRD Kota Makassar. Sejauh ini, jaksa peneliti telah melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan.

“Saya sudah tekankan ke mereka (jaksa) untuk terus mendalami. Sudah saya beri waktu hingga satu bulan ini. Jadi bulan ini, harus ada hasilnya,” tegas Kepala Kejati Sulselbar Tarmizi saat memberikan keterangan di Makassar, Senin (12/11).

Hasil pengumpulan data dan bahan keterangan akan dipaparkan melalui ekspos internal kejati. Jika dalam perjalannnya ditemukan serangkaian bukti yang mengarah ke korupsi, maka kasus ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Kalau memang itu cukup alat bukti, pasti kami tingkatkan. Kalau memang tidak cukup alat bukti, kami hentikan. Jadi tidak perlu berlama-lama,” terangnya.

Kejati Sulselbar akan kembali melakukan pemeriksaan untuk permintaan klarifikasi terhadap sejumlah anggota dewan lain. Namun, Tarmizi belum bisa memastikan siapa-siapa saja anggota dewan yang akan dipanggil. “Pokoknya saya minta, itu semua didalami semuanya. Supaya kami bisa mencari informasi semaksimal mungkin,” ucap Tarmizi.

Sebelumnya, Kejati Sulselbar telah memeriksa sejumlah anggota atau pejabat struktural DPRD Makassar. Adalah Sekretaris DPRD Kota Makassar Adwi Awan Umar dan Bendahara DPRD Kota Makassar Taufik.

Keduanya diperiksa karena dianggap mengetahui mekanisme dan proses penggunaan dana reses. Dugaan dana reses fiktif dilaporkan lembaga antikorupsi di Makassar pada akhir Agustus 2018. Dalam laporan disebutkan jika anggaran reses yang dikucurkan untuk beberapa anggota DPRD Kota Makassar tahun anggaran 2015-2016 diduga disalahgunakan dan tidak sesuai dengan peruntukannya. (rul/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...