Lakalantas, Lima Pengungsi Gempa Mamasa Meninggal

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMASA – Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) yang terjadi di Bussu, Selasa 13 November 2018 menewaskan 5 orang yang merupakan pengungsi gempa bumi Mamasa.

Sesuai data yang diperoleh dari keterangan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Amos Pampabone, 5 korban Lakalantas yang ditangani yakni Ningsih (P) warga Taupe, Balita Sela (P) putri dari korban alm. Ningsih, Rapa’ (L) warga Taupe, Kembong (P) istri dari korban alm. Rapa’ dan seorang warga Osango bernama Bombong (L).

Sementara dua orang korban kritis yakni, Demmabijak (L) warga Taupe dan Payung (L) juga warga Taupe. Kedua korban kritis ini menurut keterangan Amos Pampabone saat ini sedang dirujuk ke RSUD Polman.

Sedang korban luka ringan yang dirawat di PKM Sumarorong yakni Selvina (P) warga Randanan, Herdi Patulang (L/13) warga Taupe dan Nikita (P/7) juga merupakan warga Taupe.

Sedang yang menjalani observasi tercatat lima orang lainnya yakni Melki (L/9) warga Taupe, Sifa (P/5) warga Taupe, Jessica (P/7) warga Taupe serta sopir dengan inisial DT yang juga sempat menjalani observasi.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Mamasa, Muh. Nur, kecelakaan naas ini terjadi di Bussu Selasa (13/11) pagi. Kendaraan truk 6 roda dengan No. Pol DC 9425 AD yang membawa para korban melaju dari arah Sumarorong menuju ke Mamasa.

Keterangan warga menyebut bahwa korban merupakan masyarakat pengungsi yang sedianya akan pulang dari Sumarorong ke rumah masing-masing di Mamasa. Namun naas mobil yang ditumpangi mengalami kecelakaan dengan terjun ke sungai.

Belum terkonfirmasi penyebab lakalantas ini karena saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib dari Polres Mamasa. (Leo/upeks)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...