Wartawan Alami Luka Terkena Pagar Pembatas Tol Layang yang Roboh

Selasa, 13 November 2018 12:54

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembatas jalan di proyek Tol Layang di Jalan AP Petta Rani tiba-tiba roboh dan mengenai seorang pengendara sepeda motor, Senin (12/11). Atas insiden tersebut, pengendara yang berprofesi sebagai wartawan mengalami luka di telapak tangan kirinya. Korban sempat mendapat pengobatan dari petugas.Warta korban pagar roboh mengatakan, kejadian itu bermula saat ia hendak menuju peliputan di Kantor DPRD Makassar pada pukul 11.45 siang. Saat berada di samping pagar pembatas yang tepatnya berada di depan Kantor PT Iswanto Jalan AP Petta Rani pada pekerjaan penggalian pipa PDAM, tiba-tiba pagar pembatas berupa seng dan plat roboh.”Saya juga kaget sebab tiba-tiba pagar roboh karena hantaman anging kencang. Bukan cuma saya, ada juga dua pengendara yang terkena seng. Tapi hanya telapak tangan saya saja yang robek dan mengeluarkan darah,” ujar Warta.Yang sempat membuat kejengkelan dari korban, karena petugas proyek yang berjumlah empat orang sempat tidak menghiraukan luka korban yang terus mengeluarkan darah. Nanti setelah korban berteriak, baru salah seorang petugas meminta petugas lainnya mengambil obat luka dan perban.”Nanti setelah pagar pembatas roboh, baru sejumlah petugas memberikan batu di setiap kaki pagar pembatas. Saya sayangkan proyek sebesar ini tidak menghiraukan keselamatan para pengguna jalan. Ini belum musim penghujan disertai angin kencang, ini yang perlu diperbaiki oleh pekerja proyek daripada mencelakai pengguna jalan lainnya,” harap Warta.Bahkan ada salah seorang pekerja kabel yang diminta korban untuk memberikan pertolongan tidak juga mengubris korban.”Saya hanya pekerja kabel Pak, bukan saya,” jawab singkat sambil berlalu.Atas insiden tersebut, korban mengaku sangat dirugikan, disamping luka robek di telapak tangannya, juga mengganggu aktivitasnya sebagai wartawan untuk mencari informasi.Menyikapi hal itu, Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara, Anwar Toha mengatakan, perlu diperjelas seng penutup proyek sebelah mana yang rubuh.”Perjelas dulu, yang ditengah atau yang disamping,” kata Anwar, Senin (12/11).Dia mengemukakan, kalau yang ditengah kecil kemungkinan untuk bergeser atau terbawa angin karena bagian bawahnya dijepit beton.“Kemungkinan seng yang menjadi pengaman atau pembatas untuk pekerjaan penggalian pipa PDAM itu,” jelasnya.Dia mengaku mendengar juga informasi soal ada pengendara bermotor yang terluka karena seng terbawa angin.Karena kejadian itu, pihaknya sudah memberi teguran dan mengingatkan kepada para kontraktor yang bekerja untuk senantiasa berhati-hati.Senantiasa memperhatikan aspek keselamatan, khususnya terhadap pengguna jalan.“Saya sudah tegur kontraktor yang bekerja di proyek tol layang itu,” tandasnya. (rhm/bkm/fajar)

Bagikan berita ini:
7
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar