Akses Jalan Sempit, Dua Warga di Makassar Saling Berselisih

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Perselisihan antara tetangga di Jalan Gunung Lompobattang, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar kembali terjadi. Hal ini disebabkan karena akses jalan dipersempit. Adalah keluarga Magdalena Jayakusli, yang mengaku kecewa lantaran akses menuju ke rumahnya dipersempit oleh tetangganya bernama Rudi Cahyadi. Ia menjelaskan, akses jalan yang semula lebarnya 2 meter kini tersisa kurang lebih 1 meter. Disisi lain, ia merasa dirugikan dengan perubahan akses jalan setelah adanya proses pembangunan dari tetangga barunya. "Seenaknya memindahkan fasum pada fasilitas umum yang ada, yaitu lorong yang telah diwakafkan tanahnya. Pemindahan fasumnya sejak tahun 2016. Vasum tersebut dulunya berbentuk huruf Z, tapi setelah dibeli rumah tersebut seenaknya diubah berbentuk huruf I, tanpa ada persetujuan,"ujar penasehat keluarga Magdalena, Paulus Woreng saat ditemui, Selasa (13/11/18). Paulus juga menyayangkan adanya aktivitas pembangunan tembok yang sesungguhnya tidak memiliki izin dari pemerintah."Pengerjaan tembok ini sangat menggangu aktivitas kami. Saya maunya lokasi ini dikembalikan seperti IMB di tahun 1958 saja, tidak lebih dari itu,"terangnya. Sementara pengawas lahan dari pemilik tanah Rudi Cahyadi, M Ilyas Muji mengatakan, berdasarkan pengembalian batas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Makassar, pemagaran tersebut dilakukan sudah sesuai dengan batas tanah miliknya. "Kalau dikatakan penyerobotan itu tidak sama sekali. Tembok yang kami bangun merupakan batas dari pada tanah kami,"jelasnya. Terkait dengan pemindahan fasum, ia menjelaskan bahwa fasum yang dulu dialihkan termasuk dalam sertifikat sang pemilik lahan. Untuk itu, diubahlah fasum tersebut dengan mengorbankan tanah miliknya. "Fasum yang dimaksud dulu itu tidak ada akses masuk untuk warga, jadi kami membarter tanah kami untuk diubah, dan itu sudah sah dari BPN yang pecahkan,"pungkasnya. (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani

Comment

Loading...