Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Lapangan Futsal, Kejari Bantaeng Buat Tim Baru

FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Kasus dugaan korupsi pembangunan lapangan futsal yang terletak di Jl TA Gani, Kelurahan Bono Atu, Kecamatan Bissappu memasuki babak baru. Kejati Bantaeng membuat tim baru guna menyelidiki kasus lapangan futsal yang letaknya tidak jauh dari rumah pribadi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Dari tim baru itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng pun telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi tersebut.Kasi Intel Kejari Bantaeng, Budi Setiawan menjelaskan, dari keterangan pihak yang berstatus saksi itu, hasilnya sama dengan BPK yakni terdapat temuan.

“Kami telah memeriksa sejumlah saksi atas kasus ini dan hasilnya sama dengan BPK. Sama-sama terdapat temuan,” ujarnya, Rabu (14/11).

Dari keterangan itu, pihaknya kini telah menyerahkan hasilnya kepada Inspektorat Kabupaten Bantaeng untuk ditangani. Hal itu, menurutnya terdapat MoU antara Pemkab Bantaeng, Kejaksaan Negeri Bantaeng dan Polres Bantaeng terkait penanganan kasus yang terindikasi korupsi.

“Prinsip dari MoU itu secara umum adalah semua laporan atau dugaan indikasi korupsi di Bantaeng dikembalikan dulu ke Inspektorat untuk diselesaikan,” tambahnya.

Budi Setiawan menegaskan, jika 60 hari tidak juga selesai, maka pihaknya bakal mengambil alih kembali penanganan kasus tersebut.Dia menjelaskan, hasil pemeriksaan saksi telah diserahkan ke Inspektorat sejak 8 Oktober 2018 atau telah sebulan lebih.

“Tapi sampai saat ini kami belum menerima balasan dari Inspektorat. Yang pasti kalau 60 hari tidak selesai kami akan ambil alih,” tuturnya.

Pihaknya juga ingin memperjelas kepada Inspektorat Bantaeng terkait seperti apa upaya penyelesaian yang dilakukan.” Ini kan katanya mau dilakukan penyelesaian. Nah kita mau tau penyelesaiannya dalam bentuk apa,” tutupnya.

Seperti diketahui, dugaan kasus korupsi pembangunan lapangan futsal tersebut dilaporkan oleh DPD Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bantaeng.Hal itu karena pembangunannya menggunakan APBD Tahun 2017 dengan nilai Rp 500 juta, masa kerja selama 150 hari. Tetapi hingga kini pembangunannya masih tidak kunjung selesai.(*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir

Comment

Loading...