Ini 6 Provinsi Yang Belum Selesaikan Rekapitulasi DPT Perbaikan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – KPU menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Data Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) kedua. Hingga malam ini ada 6 provinsi yang belum menyelesaikan rekapitulasi DPT hasil perbaikan kedua karena beberapa kendala.

Pleno ini digelar di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Turut hadir beberapa pengurus KPU dari 34 provinsi, Ketua Bawaslu Abhan dan anggota Bawaslu. Sejumlah perwakilan partai politik, perwakilan Kemendagri, Kemenlu, BNP2TKI, Kemenkum HAM, Polri juga hadir.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan rapat DPT hasil perbaikan kedua ini merupakan rekomendasi dari rapat pleno DPT hasil perbaikan pertama yang digelar pada 16 September.

Arief mengatakan dari 34 KPU daerah yang terdapat di 34 Provinsi, baru 28 KPU Provinsi yang sudah mengirimkan laporan hasil rekapitulasi DPT hasil perbaikan kedua. Sedangkan 6 provinsi lainnya belum dapat melaporkan.

“Rekap tingkat provinsi ternyata sampai hari ini belum semua mampu selesaikan tugas-tugasnya. Data yang masuk baru 28 Provinsi yang berhasil selesaikan tugasnya. Sementara 6 provinsi sampai hari ini masih ada yang melakukan penundaan. Ada yang baru selesai jam 5 tadi dan belum sampai ke Jakarta. Jadi bervariasi dengan berbagai macam catatan,” kata Arief, saat membuka rapat pleno, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).

Adapun 6 Provinsi yang belum dapat melaporkan DPT hasil perbaikan tahap kedua ini yakni Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, NTT, Sulawesi Tengara, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Penyebab belum selesainya laporan DPT hasil perbaikan kedua ini karena terkendala teknis.

“Karena lokasi geografis, kemudian jumlah pemilih yang sangat banyak. Lalu karena ada gangguan terhadap sistem teknologi informasi digunakan KPU terutama di wilayah provinsi tersebut,” ujar Arief.

Karena itu KPU meminta penambahan waktu kembali agar provinsi yang belum menyelesaikan rekapitulasi DPT hasil perbaikan bisa menyelesaikan tugasnya. Saat ini menurut Arief 6 provinsi tersebut masih melakukan proses perbaikan DPT.

Dia menyebut dari 28 provinsi yang telah diperbarui, data pemilih bertambah sebesar 4.499.868 pemilih.

Arief mengatakan tercatat data sementara jumlah pemilih dalam negeri sebanyak 189.144.900 pemilih. Jumlah tersebut merupakan gabungan antara 28 provinsi yang sudah diperbarui dengan data 6 provinsi sebelumnya.

“Catatan sementara dari 28 provinsi tersebut, pertama terdapat penambahan jumlah pemilih dan TPS. Jadi berdasarkan data dari 28 provinsi jumlah pemilih total bertambah sebanyak 4.499.868 pemilih. Ini data dari 28 provinsi tadi. Kemudian jumlah TPS bertambah sebanyak 2.844,” ungkap Arief. (det)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...