Periode Oktober, Ekspor Sulsel Meningkat Dibanding Impor

Kamis, 15 November 2018 - 12:44 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Nilai ekspor Sulawesi Selatan di bulan Oktober tercatat mencapai US$ 101,52 juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 8,24 persen jika dibandingkan ekspor di bulan September.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik(BPS) Sulsel, Akmal mengatakan berdasarkan komoditas utama yang diekspor oleh Sulawesi Selatan yang paling besar adalah nikel untuk bulan Oktober sharenya mencapai 60,95 persen.

Akmal menjelaskan, dari total ekspor di Sulawesi Selatan, nikel ini seluruhnya di ekspor ke negara Jepang. Kemudian di urutan kedua terbesar terdapat biji-bijian berminyak dan tanaman obat, sebesar 9,65 persen yang sebagian besar di ekspor ke Tiongkok.

“Lalu ada kelompok komoditas kayu dan barang dari kayu itu sharenya 5,35 persen dan sebagian ekspornya ke Amerika Serikat. kemudian ada kelompok garam belerang dan kapur sebesar 5,27 persen yang di ekspor ke Australia. Dan kakao/coklat sebesar 4,98 persen,”urai Akmal saat konferensi pers di Kantor BPS Jalan H Bau Makassar, Kamis (15/11/18).

Berbeda halnya dengan impor Sulsel di bulan Oktober 2018. Dikatakan Akmal, impor Sulsel justru mengalami penurunan sebesar 12,9 persen. Dengan demikian, secara kumulatif atau dalam 10 bulan berturut-turut, maka impor Sulsel sudah mencapai 981,23 juta US$.

Dikatakan Akmal, nilai impor Sulsel menurun dikarenakan terdapat lima komunitas. Diantaranya, impor BBM sebesar 46,68 persen, ampas sisa industri makanan sebesar 12,91 persen. Lalu gandum sebesar 9,87 persen, serta besi dan baja sebesar 5,60 persen.

“Kalau kita lihat berdasarkan negara asal impor Sulsel itu dari Singapura sebesar 45,98 persen, disusul Tiongkok dengan nilai sebesar 25,27 persen. Lalu ada Argentina dengan nilai 11,79 persen, dan Australia dengan nilai sebesar 9,30 persen,”jelasnya. (sul/fajar)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.