Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Gowa, Warga Berebut Maudu Adaka

FAJAR.CO.ID, GOWA -- Beragam cara dilakukan masyarakat di sejumlah daerah untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Seperti halnya yang pemandangan yang tersaji di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ribuan warga, berbondong-bondong memadati Masjid Agung Syekh Yusuf, Jalan Masjid Agung Sungguminasa, Senin (19/11). Di depan halaman Masjid, warga telah berkumpul sejak pukul 16.00 WITA. Mereka berkerumun untuk mendapatkan pembagian kebutuhan pokok seperti telur, beras dan sumber pangan bumi lainnya.

Berbagai hiasan penganan khas Sulsel, seperti songkolok (nasi ketan santan) juga dihadirkan sebagai pelengkap di puncak peringatan keagamaan ini. Penyajiannya berbeda dengan yang lain. Songkolok didesain menutupi dua buah replika kubah Masjid besar dengan hiasan telur di sekelilingnya.

Kepala Dinas Sosial, Syamsuddin Bidol selaku ketua panitia mengatakan, hiasan makanan itu disebut sebagai Maudu Adaka. Dalam bahasa Indonesia, Maudu Adaka berarti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilakukan secara adat oleh masyarakat Kabupaten Gowa setiap tahun.

"Kubah besar ini sebagai bentuk rasa syukur kita. Kami hadirkan kubah besar sebagai simbol, dua kalimat syahadat dalam Islam," ujar Syamsuddin.

Hampir setiap tahun, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan adat ini berlangsung. Diharapkan dengan agenda kegiatan seperti ini, masyarakat semakin memahami arti syukur.

Puncak kegiatan ini ditandai dengan pembagian bahan pangan hasil bumi yang terpampang mengitari replika kubah Masjid usai salat Magrib. Salah seorang warga setempat, Rukmah Daeng Kanang, 37 mengatakan, hampir setiap tahunnya dia mengikuti tradisi tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...