Management Hotel Claro Akan Lakukan Banding di PN Makassar Terkait Sengketa Tanah

Selasa, 20 November 2018 - 13:04 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Management Hotel Claro mengklarifikasi terhadap sengketa tanah terhadap gugatan ahli waris Muh Syarief atas lahan yang diduduki oleh Hotel Claro.

General Manager Hotel Claro Makassar, Anggiat Sinaga mengatakan pihaknya secara jujur kaget serta kecewa atas putusan Majelis Hakim dalam Perkara ini melalui No Register Perkara Perdata 121/PdtG/2018/PNMks di PENGADILAN NEGERI MAKASSAR tetsebut.

Akan tetapi, lanjut Anggiat, pihaknya tetap menghormati hukum yang berlaku, Sehingga akan melakukan upaya hukum banding dengan cara-cara yang diatur oleh hukum.

“Yang sebenarnya adalah saat ini perkara tersebut di dalam proses upaya hukum banding di Pengadilan tinggi Sulawesi Selatan, dan belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Serta belum mempunyai hasi keputusan yang pasti karena masih didalam proses Hukum yang berjalan,”ujarnya saat konferensi pers di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani Makassar, Selasa (20/11/18).

Anggiat meminta kepada Muh Syarif (penggugat) untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dengan mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai aturan hukum yang bedaku.

“Karena Muh Syarif sudah menempuh pilihan jalur hukum, maka secara otomatis biarkan hukum yang berjalan dan menentukan serta dan apakah putusan ini sudah sampai inkracht,”tegasnya.

Sementara Legal Officer Hotel Claro Makassar, Rudi Kadiaman mengatakan bahwa sengketa tanah tersebut masih bergulir di pengadilan negeri Makassar. Menurutnya, hukum acara perdata tersebut dikatakan inkracht jika diputuskan oleh Mahkamah Agung RI.

“Ini masih dini untuk semua pihak yang mengatakan kalau perkara ini sudah selesai. Lagian ini masih berproses di pengadilan negeri (PN) Makassar,”pungkasnya.

Sebelumnya, perkara perdata yang melibatkan antara tergugat I PT Telkom Indonesia dan tergugat II Hotel Claro digugat oleh ahli waris Muh Syarief. Ahli waris Muh Syarief mengatakan bahwa luas tanahnya secara keseluruhan yakni 18 Ha, meliputi lahan yang ditempati oleh PT Telkom Indonesia dan Hotel Claro. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.