Pasca Pembunuhan Khashoggi, Putra Mahkota Dapat Penolakan dari Anggota Kerajaan?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul Turki bulan lalu mengubah pandangan sejumlah anggota keluarga kerajaan Saudi terkait suksesi kursi kerajaan.

Kasus yang membuat kehebohan di ranah internasional dan menyeret nama Putra Mahkota Mohammad Bin Salman (MBS) itu membuat sejumlah anggota keluarga kerajaan Saudi resah dan berupaya mencegah MBS untuk menjadi Raja Saudi berikutnya.

Begitu kabar yang dimuat oleh Reuters awal pekan ini (Selasa, 20/11) dengan mengutip informasi dari tiga sumber anonim yang dekat dengan istana kerajaan Saudi.

Sumber tersebut mengatakan bahwa puluhan pangeran dan sepupu dari cabang-cabang kuat dari keluarga Al Saud ingin melihat perubahan dalam garis suksesi kerajaan. Namun mereka tidak akan bertindak selama Raja Salman yang juga merupakan ayah dari MBS, masih hidup.

Para anggota keluarga kerajaan yang resah itu mengakui bahwa raja tidak mungkin berbalik melawan putra kesayangannya.

Sebaliknya, masih kata sumber yang sama, mereka mendiskusikan kemungkinan dengan anggota keluarga lain bahwa setelah kematian raja, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz yang berusia 76 tahun, yang adalah adik laki-laki Raja Salman dan paman putra mahkota, berpotensi mengambil alih tahta.

Sumber Saudi yang dikutip Reuters itu menyebut bahwa Pangeran Ahmed sendiri adalah satu-satunya saudara laki-laki Raja Salman yang masih hidup. Dia berpotensi mendapat dukungan dari anggota keluarga, aparat keamanan dan beberapa kekuatan Barat.

Sumber yang sama mengatakan bahwa Pangeran Ahmed adalah salah satu dari hanya tiga orang di Dewan Allegiance, yang terdiri dari anggota senior keluarga yang berkuasa, yang menentang MBS menjadi putra mahkota pada 2017. [mel/rmol]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...