Teladani Politik Nabi Muhammad, PKS Sarankan Pemimpin Tepati Janji 

Selasa, 20 November 2018 - 00:00 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Umat muslim dunia baru saja merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada, Senin 19/11) malam. Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini diselenggaran oleh semua lapisan umat Islam dengan berbagai cara, baik itu tahlilan, salawatan dan cara-cara lainnya.

Berbeda dengan kebanyakan orang, Anggota Komisi III DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi meminta semua pihak, untuk meladani sifat-sifat Nabi, baik dalam ritual agama maupun praktek politik di masa kepemimpinannya. Pasalnya, Indonesia sedang menghadapi tahun-tahun politik yang berpotensi memecah antar anak bangsa.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad saat menjelang tahun politik seperti saat ini, sebaiknya kita meneladani bagaimana cara beliau dalam berpolitik. Politik beliau menyatukan, hal ini seperti yang beliau lakukan pada suku Aus dan Khajraj ataupun pada kalangan muhajirin dan anshar, kata Aboe Bakar kepada Fajar Indonesia Network lewat pesan tertulisnya, Selasa (20/11).

Dikatakan Aboe Bakar Alhabsyi, sebagai seorang pemimpin harus meneladani sifat-sifat Nabi dalam politik, seperti menepati janji saat memberikan janji-janji atau melakukan kontrak politik dengan pihak lain, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad dalam perjanjian hudaibiyah.

Beliau selalu menepati perjanjian atau kontrak politik, hal ini seperti yang terjadi pada perjanjian hudaibiyah, meskipun beberapa kalangan menilai perjanjian tersebut tidak menguntungkan kalangan muslim, namun Nabi Muhammad tetap menepatinya, ujar Aboe Bakar.

Politisi yang karib disapa Habib itu melanjutkan, para pemimpin bangsa yang terpilih lewat mandate rakyat diharuskan mengedepankankonstitusi dalam kehidupan bermsyarakat, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi dalam menyusun piagam Madinah, yang menjadikan mereka dalam satu kesatuan.

Mengedepankan konstitusi dalam kehidupan bermasyarakat, hal ini terlihat saat beliau menyusun piagam Madinah. Sebuah dokumen yang mengatur tata cara kehidupan antar komponen masyarakat di Madinah, sehingga membuat mereka dalam kesatuan komunitas yang disebut dengan ummah, jelasnya.

Namun, dalam penghadapi tahun politik ini, pemimpin bangsa saat ini harus mengedepankan keadilan yang adil bagi semua lapisan masyarakat. Nabi Muhammad selalu mengedepankan keadilan, salah satu keseriusan beliau dalam menegakkan keadilan ditunjukkan dengan sabdanya “Andai Fatima anak Muhammad mencuri, aku akan memotong tangannya”. Ini menunjukkan bagaimana semangat penegakan keadilan dilakukan tanpa pandang status sosial, pungkasnya.

Atas dasar itu, politisi asal Kalimantan Selatan ini berharap, momen Maulid Nabi Muhammad ini dimanfaatkan dengan baik dalam mencontohkan sifat-sifat Nabi Muhammad dalam menyebar kebaikan dan menerapkan sistim politik Nabi Muhammad.

Semoga melalui moment maulid kita bisa meneladani bagaimana nabi Muhammad dalam menjalankan sikap politiknya dalam mengatur negara dan masyarakat. Banyak sekali nilai-nilai yang beliau contohkan dan dapat kita jadikan sebagai teladan, harap Habib Alhabsyi. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.