Kepada Jokowi, Para Kades Mengeluh Sulitnya Menyusun Laporan Dana Desa


FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Para kepala desa se-Jawa Tengah mengeluh kepada Presiden Joko Widodo terkait sulitnya menyusun laporan pertanggungjawaban dana desa.”Dana desa sudah mengucur, ini perlu yang namanya pertanggungjawaban. Selama ini sulit enggak,” tanya Presiden kepada para kepala desa yang hadir dalam acara sarasehan Pengelolaan Dana Desa se-Jawa Tengah 2018 di Pusat Rekreasi Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang, Kamis (22/11).Atas pertanyaan Presiden tersebut, para kepala desa menjawab dengan serentak: “Sulit.”Kepala Negara kembali mempertanyakan kenapa kalau sulit sudah dilaksanakan selama empat tahun.Selanjutnya Presiden mengundang perwakilan kepala desa dan pendamping desa maju ke panggung.Sugeng, kepala desa dari Kabupaten Boyolali dan Wulandari, pendamping desa yang juga berasal Boyolali maju ke panggung.”Saya sering mendengar sendiri dari Bapak Jokowi bahwasanya laporan terkait dengan dana desa itu cukup dua lembar. Akan tetapi lampiran banyak,” kata Sugeng menjawab pertanyaan Presiden.Bahkan Sugeng mengaku tidak hafal jumlah lembar laporan dana desa tersebut karena saking tebalnya.Mendengar pengakuan Sugeng ini Jokowi mengakui di Indonesia ruwet dengan prosedur-prosedur.Jokowi mengakui membutuhkan energi besar untuk memangkas aturan-aturan dan membuat sederhana prosedur administrasi yang ada saat ini.”Kalau hanya peraturan menteri bisa saya perintahkan ini hapus, atau peraturan presiden ini hapus. Tapi kalau sudah perintah undang-undang itu sulit. Ini problem kita. Oleh karena itu, sampai sekarang memang belum bisa sederhana,” ujar Jokowi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar