KPK Usut Dugaan Aliran Dana, Kapolda Sumut: Harus Izin Kapolri


FAJAR.CO.ID, MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga duit suap yang disita dari Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu untuk ‘mengamankan’ kasus sang istri Made Tirta Kusuma Dewi.Polda Sumatera Utara (Sumut) pun terus memberikan klarifikasi ihwal hal itu. Bahkan Polda sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai klarifikasi.Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan internal. Ada enam penyidik yang diperiksa. Termasuk satu orang berinisial FD yang disebut masih memegang duit yang akan disetor kepada oknum yang akan mengamankan kasus Made Tirta.FD yang bekerja sebagai karyawan swasta kabarnya dimintai bantuan oleh Remigo untuk menyelesaikan perkara korupsi PKK yang menjerat istrinya. Remigo menyerahkan uang kepada RA selaku orang kepercayaan. Total uang Rp400 juta diterima FD dari RA.”Ternyata dia (FD) memang menerima dan disimpan dalam rekeningnya. Dan yang bersangkutan memanfaatkan situasi itu atas permintaan bupati, melalui orang kepercayaannya, berinisial R. Alasannya bisa mengurus. Tapi satupun penyidik tidak ada dihubungi oleh si RA dan F,” kata Agus Andrianto, Kamis (22/11).Pun jika nantinya dugaan aliran dana itu akan diusut ke Polda Sumut, Agus menyatakan harus memakai aturan.”Pakai aturan dong, harus izin dengan Pak Kapolri dulu. Yang kedua kita sudah melakukan pemeriksaan internal juga,” tukasnya.Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan, pihaknya tengah mendalami hubungan antara kasus suap yang membelit Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu dengan adanya penghentian penyidikan kasus yang menjerat istrinya, Made Tirta Kusuma Dewi oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar