Razia Pak Ogah Diduga Bocor

Kamis, 22 November 2018 - 11:30 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Operasi penertiban Pak Ogah diduga bocor. Pasalnya saat melakukan razia, Dinas Sosial Makassar dan Satpol PP jarang menemukan pak ogah beroperasi di sejumlah ruas jalan.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengakui, masih memiliki beberapa kendala.

Mukhtar mengatakan, penertiban pak ogah yang dilakukan pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kota Makassar dan Satpol PP adalah bentuk respon mereka terhadap keinginan masyarakat. Namun saat petugas dari dishub dan Satpol PP turun melakukan penertiban, kendalanya adalah jarangnya pak ogah beroprasi. Padahal area-area tempat dilakukannya penindakan adalah tempat dimana pak ogah sering beroperasi.

Mukhtar pun mencurigai bahwa operasi yang mereka lakukan telah bocor sebelumnya. Makanya, ia pun akan berkoordinasi kembali supaya hal tersebut tidak terulang.

“Masalahnya juga, mereka tak ada saat itu waktu kita turun. Nanti kita akan atur itu,” katanya.

Namun Mukhtar mengakui, jika saat penertiban lalu, pihaknya memang hanya menargetkan untuk meminimalisir pak ogah, bukan untuk menyelesaikan. Untuk upaya menyelesaikan, Mukhtar mengatakan akan segera mengaturnya terlebih dahulu selanjutnya.

Jadi dikatakan Mukhtar, dalam jangka waktu dekat ini, memang belum ada waktu yang jelas kapan pihaknya akan kembali menertibkan. Namun pihaknya akan selalu memantau para pak ogah ini melalui war room di Balaikota. Supaya pihaknya juga bisa langsung bergegas menindak.

“Untuk saat ini kita akan mengontrol lewat war room dulu, kalai kita liat ada, langsung kita turun. Supaya pergerakan kita tidak bocor,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Mario Said mengatakan jika pihak dishub selalu siap dalam melakukan tindakan penertiban pak ogah. Namun dirinya juga tak bisa langsung asal menindak, perlu adanya koordinasi juga dengan pihak dinsos dan Satpol PP.

Mario menambahkan, selain tiga jalan yang pernah ditindaki, pihaknya juga berencana akan melakukan penindakan di jalan yang lain.

“Iya setelah veteran, hertasning, dan urip, kita punya rencana untuk melakukan penindakan di jalan lain. Yang pasti di beberapa jalan yang ada pak ogahnya,” kata Mario. (nug/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.