Punya Kapasitas, Aktivis Fraksi Muda Indonesia Dorong Mas Bro ke DPRD

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WAJO — Niat tulus M.Arif Saleh pulang untuk mengabdi terus mendapat support dari berbagai kalangan. Calon anggota DPRD Wajo Dapil I Kecamatan Tempe nomor urut 7 dari Partai Nasdem ini, dinilai sangat layak menjadi wakil rakyat.

Kapasitas dan pengalaman organisasinya, serta memiliki jaringan luas, menjadi salah satu pembeda bagi Mas Bro (M.Arif Saleh Bersama Rakyat Wajo) untuk duduk di kursi parlemen.

Ketua Departemen Hubungan Masyarakat Fraksi Muda Indonesia (FMI), Ahmad Rif’an Mudzaki mengatakan, sosok Arif Saleh layak diberi kesempatan menjadi wakil rakyat. Selain punya kapasitas, eks redaktur politik di salah satu harian nasional itu juga punya integritas yang tinggi.

“Bukan hanya untuk DPRD Wajo, tapi sosok seperti Arif Saleh malah sangat pantas juga di parlemen provinsi. Rekam jejak dan pengalaman organisasinya, serta integritas yang dimiliki merupakan salah satu pertimbangan utama,” tandas Ahmad, Jumat (23/11/2018).

Karena alasan itu, Ahmad yang juga Ketua Panitia National Youth Political Forum 2019, menaruh harapan besar, agar masyarakat tak salah menentukan pilihan. Jangan sampai hanya pertimbangan sesaat, atau pendekatan pragmatis, sehingga figur seperti Arif Saleh terabaikan.

“Kita sangat dambakan, wajah parlemen kedepannya diisi oleh figur yang benar-benar punya kemampuan dan tekad kuat mewakili dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Dan sekali lagi, Arif Saleh layak dan sangat pantas untuk itu,” tambah dia.

Selain itu, baik masyarakat Wajo maupun pemilih lainnya di Indonesia, diimbau untuk memberikan efek jera bagi siapapun oknum caleg yang selalu mengandalkan politik uang untuk mendulang dukungan.

“Caleg yang tahunya hanya piawai membeli suara rakyat dengan cara melakukan politik uang, mesti diberikan efek jera. Dan kita menaruh harapan besar, rakyat bersatu untuk ini. Oknum caleg seperti itu sangat tak layak menjadi wakil rakyat,” tegasnya.

Sekadar diketahui, FMI merupakan organisasi yang menghimpun sejumlah aktivis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk di Sulsel. Sejak beberapa tahun terakhir, aktif melakukan pendidikan politik.

Termasuk saat Pilgub Sulsel, berulangkali FMI menyoroti berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan tim maupun kandidat gubernur dan wakil gubernur. Begitu juga, intens memberikan masukan dan pencerahan bagi pemilih milennial.(rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment