ASN Gowa Dituntut Kreatif dan Inovatif

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GOWA – Sedikitnya 30 pejabat eselon IV lingkup Pemkab Gowa, kini tuntas menjalani Diklat PIM IV angkatan XIII yang resmi ditutup, Jumat (23/11/2018) oleh Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni.

Penutupan diklat yang berlangsung di wisma Latobang, Jl Andi Mappaodang Makassar ini ditandai pelepasan atribut kepesertaan diklat yang dilakukan wabup.

Penutupan Diklat Pim dikerjasamakan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulsel dan BKPSDM Gowa ini turut disaksikan Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Sulsel Muh Sidik Salam.

Ke-30 ASN Gowa yang mengikuti diklat sejak 5 Agustus hingga 23 November 2018 ini keseluruhannya dinyatakan lulus.

Kepala BKPSDM Gowa Muh Basir menjelaskan jika para peserta diklat ini menjalani masa pendidikan dengan lima tahapan kegiatan, yang tenaga pengajarnya berasal dari Badan pengembangan SDM Sulsel, Pemkab Gowa, Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) LAN dan kalangan akademisi dari universitas.

“Berdasarkan penilaian masing-masing coach dan mentor, para peserta dinyatakan lulus khususnya tentang kemampuan para reformer dalam perancangan inovasi dan manajemen perubahan serta penilaian perilaku reformer selama menjalani diklat,” jelas Basir.

Lulusan terbaik pada diklat angkatan XIII diberikan kepada tiga inovasi proyek perubahan di masing-masing kelompok, yakni Muh Yamin dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), Made Dianing Puspita dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Fitriyani dari Bagian Pemerintahan.

Ketiga peserta ini, kata Basir, memiliki proyek inovasi perubahan yang dianggap yang cukup baik untuk diproyeksikan dalam program pembangunan daerah di Kabupaten Gowa.

Sementara, Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni dalam arahan sambutan penutupan mengatakan, diklat ini merupakan bagian dari kompetensi manajerial yang harus dimiliki seluruh pejabat struktural lingkup pemerintah daerah, dalam upaya meningkatkan kualitas dan pengetahuan aparaturnya.

“Diklat ini adalah wadah untuk mendapatkan ilmu, karena di era globalisasi saat ini, ASN juga dituntut kreatif dan inovatif serta tanggap terhadap kemajuan tekhnologi informasi. Terlebih lagi saat ini kita telah memasuki era digitalisasi, dimana sistem berbasis elektronik, bahkan terhubung dengan jaringan internet,” kata wabup.

Rauf juga berpesan agar para peserta diklat PIM dapat mempertahankan sikap disiplin yang ditunjukkan selama mengikuti diklat juga ketika kembali beraktifitas melayani masyarakat. (saribulan/bkm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...