DPP Kalah di Dua Daerah Kunci, Tsai Ing Wen Mundur dari Pimpinan Partai

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Progresif Demokratik yang berkuasa (DPP) pada Sabtu (24/11).

Keputusan itu diambil setelah partai pro-kemerdekaan tersebut mengalami kekalahan besar dalam pemilihan umum jangka menengah yang digelar hari ini. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi prospeknya untuk pemilihan kembali.

“Sebagai ketua partai yang berkuasa, saya akan bertanggung jawab penuh atas hasil pemilihan lokal hari ini,” kata Tsai seperti dimuat Channel News Asia.

“Saya mengundurkan diri sebagai ketua DPP. Upaya kami tidak cukup dan kami mengecewakan semua pendukung kami yang berjuang bersama kami. Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kami yang paling tulus,” sambungnya.

DPP kehilangan benteng tradisionalnya di kota Kaohsiung untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, dan juga dikalahkan di kota.

Pemilihan lokal dilihat sebagai ujian jangka menengah untuk Tsai, karena dia menghadapi reaksi atas reformasi domestik dan kekhawatiran tentang hubungan yang memburuk dengan China.

Baik Kaohsiung dan Taichung dimenangkan oleh oposisi yang bersahabat dengan China, Kuomintang.

Tsai mengatakan, DPP akan merefleksikan kekalahan itu, tetapi dia bersumpah untuk terus menekan reformasi.

“Melanjutkan reformasi, kebebasan dan demokrasi, dan melindungi kedaulatan negara adalah misi yang tidak akan ditinggalkan DPP,” katanya kepada wartawan.

Tsai juga mengatakan dia tidak akan menerima pengunduran diri Perdana Menteri William Lai, yang menawarkan untuk mundur lebih awal pada malam hari.

Lai menulis di halaman Facebook-nya soal rencana pengunduran dirinya.

“Hasil pemilihan menunjukkan bahwa orang-orang tidak puas. Untuk ini, saya merasa menyesal, dan telah menawarkan pengunduran diri saya kepada Presiden Tsai Ing-wen untuk menerima tanggung jawab politik,” tulis Lai.

Meski kalah di dua daerah kunci utama, namun DPP bertahan di dua benteng lainnya, yakni Tainan di selatan pulau dan Taoyuan di utara.

Suara masih dihitung di ibukota Taiwan Taipei. [mel/rmol]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...