Perburuan Suara Milenial Belum Maksimal

Sabtu, 24 November 2018 02:09
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Segmentasi pemilih milenial terus menjadi idola dalam perburuan suara di Pemilu 2019. Generasi ini berjumlah besar dan dianggap sebagai pemilih yang paling rasional dalam menentukan pilihan.Pengamat Politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengingatkan untuk seluruh kontestan yang berlaga pada pemilu harus mendahulukan gagasan yang bisa diterima oleh kaum milenial ketimbang hanya meniru gaya yang menyerupai milenial.”Saya mengamati menjelang kontestasi banyak orang mendadak milenial, generasi milenial bukan generasi yang pasif maka ketika ada kandidat yang hanya menyamai style milenial belum tentu itu menjadi hal yang di pilih,” kata Karyono dalam diskusi Arah Politik Milenial yang diselenggarakan PKC PMII DKI Jakarta di Cikini, Jakarta (23/11/2018).Ia berpandangan, generasi kelahiran 1980 – 2000-an ini sangat dipengaruhi oleh para kandidat yang serius menjawab kebutuhan mereka.Sementara itu, Ketua Hubungan Internasional PB PMII M Abdullah Syukri mengatakan, generasi milenial memiliki kecenderungan pada empat hal. Yakni, sikap Kritis, suka tantangan, bersikap komunikatif, serta suka bergaul dalam sebuah komunitas.”Kalau bisa mendekati kecenderungan sikap mereka, itu merupakan potensi untuk meraup suara, dan juga tantangan buat petahana,” kata dia.Meski begitu, ia menyayangkan partai politik yang hingga kini masih menjadikan milenial hanya vote getter dan tidak melakukan pendidikan politik yang baik.Syukri berharap, di sisa waktu yang ada, proses pendidikan politik kebangsaan juga harus terus digaungkan oleh kontestan pemilu.”Seluruh kontestan jangan hanya vote getter pada pemilih milenial tapi juga harus mendorong pendidikan politik kebangsaan, khususnya dalam menjaga persatuan,” pungkas dia. (jaa/ind)

Bagikan berita ini:
10
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar