PKS Wacanakan Hapus Pajak Motor, Bestari: Jangan Cari Popularitas

Sabtu, 24 November 2018 14:24
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penghapusan denda pajak motor yang dikumandangkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuai kontroversi. Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyatakan bisa saja hal tersebut berbenturan dengan aturan.Bestari menyatakan bahwa implementasi dalam penghapusan pajak motor diharapkan tidak hanya untuk mencari popularitas. Terlebih tahun depan sudah masuk dalam pesta demokrasi pemilihan para kader politik.”Saya kira jangan mencari popularitas yang belum dikaji menjelang pemilu 2019. Jangan asal ngomong. Jangan mewacanakan hal yang belum tentu dilaksanakan, memberi PHP,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/11).”Yang perlu dikaji adalah pelayanan pasca pemberian pajak itu. Jalan dirapihkan, motor di tempat tertentu disediakan jangan latah jelang pemilu gitu loh,” tambahnya.Bukan tidak mungkin, lanjut Bestari, jika penghapusan pajak motor dilakukan selama tidak melanggar Undang-Undang. Namun, ia berharap agar PKS dapat adil tidak hanya memberlakukan pembebasan pajak untuk motor tapi juga kendaraan lain.”Jadi sebaiknya sebelum dikaji jangan latah di tengah jalan bilang mau bebaskan pajak a b c. Kenapa cuma motor? Kenapa nggak mobil dan pajak lainnya. Bebaskan saja semua, tapi kan enggak begitu,” tegasnya.Jika motor dianggap dibebaskan karena yang punya adalah orang kecil, Bestari tidak menyetujui hal tersebut. Pasalnya, banyak juga masyarakat Indonesia yang mempunyai motor dengan harga fantastis berkisaran Rp 20 juta.

Bagikan berita ini:
6
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar