Lengkap dan Keren, Belitung Gelar Festival Geopark III

  • Bagikan
Selama mengikuti program ini, para civitas akademika mancanegara ini akan mengunjungi 10 geosites di Geopark Belitong. Mereka akan mendapat transformasi beragam pengetahuan melalui kuliah lapangan. “Kawasan geosites di Belitung ini memiliki karakter sangat khas. Yang jelas, optimalisasinya memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Ada banyak wisatawan yang datang,” tegasnya. Berada di kawasan raksasa geopark Belitung, beberapa destinasi wisata ini mampu memikat wisatawan. Bahkan kunjungan wisatawan dioptimalkan melalui beragam event yang yang digelar, seperti Festival Tanjung Kelayang 2018. Sehari jelang penutupan Senin (19/11), festival ini dikunjungi 25.000 wisatawan. Dari jumlah itu, slot wisman minimal 1.000 orang dan komposisi wisnusnya sekitar 5.000 nama. Lebih menarik lagi, kehadiran wisatawan memberi impact ekonomi secara riil. Rata-rata kemampuan spending wisman USD50 hingga USD100 per orang sehari. Memakai batas atas, ada potensi perputaran uang USD500 Ribu sepanjang penyelenggaraan Festival Tanjung Kelayang. Angka ini murni memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan/minum, belanja, hingga voucher bagi telekomunikasi saja. “Keseimbangan konservasi dan aspek bisnis atau ekonomi tercapai di Geopark Belitong ini. Semuanya bisa berjalan beriringan. Geopark ini memang selalu memberikan value positif bagi masyarakat. Hampir semua geopark ini memberikan manfaat besar,” ujar Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh. Mengacu pemanfaatan geopark, ilustrasi terbaik pun dihadirkan oleh Geopark Gunung Sewu. Berada masing-masing di tiga provinsi sekaligus kabupaten, Geopark Gunung Sewu memiliki profil luar biasa. Geopark ini memberikan Pedapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp41,514 Miliar. Jumlah ini naik Rp3,577 Miliar dari tahun 2016 atau senilai Rp37,936 Miliar.
  • Bagikan