Pastikan Tidak Disusupi Paham Radikalisme, Ini yang Dilakukan Direktur Politeknik ATI Makassar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Intelejen Negara (BIN) mencatat ada tujuh Perguruan Tinggi Nergeri (PTN) di Indonesia terpapar paham radikalisme. Paham ini pun mulai berkembang dengan presentase sekitar 39 persen mahasiswa di 15 provinsi tertarik dengan ajaran tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Politeknik Akademi Teknologi Indonesia Makassar, Amrin Rapi mengatakan bahwa pihaknya memastikan Politeknik ATI Makasar tidak akan terdampak paham radikalisme. Namun, upaya menangkal paham radikalisme yakni dengan bimbingan dosen untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang radikalisme.

Pemahaman tersebut, kata Amrin, bisa juga lewat diskusi dan seminar di kampus dengan mengundang pihak berwajib, dalam hal ini Polri dan TNI, serta tokoh agama.

Bahkan, peran dosen pun sangat penting dalam memberikan pemahaman tentang paham radikalisme. Bukan hanya memberikan pengetahuan secara umum saja di kampus.

“Tentunya kegiatan seperti seminar ini harus menangkal isu-isu radikalisme, karena radikalisme itu kan tidak diperkenankan oleh agama apapun. Jadi saya kira isu isu radikalisme dikalangan mahasiswa ini harus di bentengi jangan sampai muncul kekerasan. Tetapi yang paling penting adalah mereka memahami ajaran islam dengan baik,”ujarnya saat ditemui disela acara Seminar Alquran di Kampus Politeknik ATI Makassar, Jalan Sunu Kecamatan Tallo, Minggu (25/11/18).

Sekarang ini, lanjut Amrin, perkembangan teknologi tidak dapat dipungkiri lagi mempengaruhi para mahasiswa. Maka dari itu, selain mendapat pengetahuan umum dari kampus, mereka juga harus dibekali ilmu agama.

“Sekarang kan era globalisasi, jadi mahasiswa itu berpikirlah, kemudian berwacana, dan mendatangkan narasumber. Meskipun dengan perkembangan teknologi, tapi itu menjadi wadah bagi guru dan dosen memberikan pemahaman yang benar apabila ada kekeliruan dan kesalahan atau paham radikalisme,”tegasnya.(sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...