Pinjaman Prabowo Ditolak, Pengamat: Pendanaan Kampanye Sangat Berisiko

Minggu, 25 November 2018 19:52

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku, mengalami kendala dalam mendapatkan kredit di perbankan Indonesia untuk pendanaan kampanye. Prabowo pun menggalang dana kampanye melalui sumbangan-sumbangan dari para partisipan.Menurut Ekonom Indef Bhima Yudhistira, pendanaan kampanye sangat berisiko. Sehingga perbankan perlu mempertimbangkan dengan sangat hati-hati.“Pendanaan kampanye tentunya sangat berisiko. Kalau kalah pastinya uang tidak kembali. Hampir semua bank saya kira tidak ada yang mau memberikan pinjaman kampanye,” ujarnya kepada JawaPos.com (Grup Fajar), Minggu (25/11).Bhima menuturkan, pinjaman tersebut bisa saja didapatkan jika ada aset ataupun agunan yang dapat dijadikan jaminan.“Yang bisa mungkin si capres atau caleg punya bisnis kemudian menjaminkan bisnis atau asetnya ke bank. Kreditnya untuk usaha produktif tapi sama si debitur dialihkan untuk dana kampanye. Itu juga kemungkinannya kecil,” tuturnya.Sebelumnya, pasangan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pilpres kali membutuhkan biaya yang besar. Di kubu Prabowo-Sandi tidak didukung oleh investor ataupun pengusaha kelas kakap di Indonesia, sehingga dana kampanye Prabowo-Sandi murni dari rakyat dan para donatur.

Bagikan berita ini:
9
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar