Sulit Bernapas? Mari Mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Minggu, 25 November 2018 13:20

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pernahkah merasakan gejala kesulitan bernapas atau terengah-engah? Jika mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), gejalanya mirip seperti itu, yakni sulit bernafas.Seseorang dengan penyakit tersebut, setiap napas adalah perjuangan. Bahkan meniup sesuatu membuat mereka terengah-engah.PPOK adalah penyakit pernapasan kronis progresif yang membuat penderita sulit bernapas karena keterbatasan aliran udara. Penyakit ini dianggap tak bisa disembuhkan dengan pengobatan, tetapi dengan perawatan dan pencegahan agar tidak memburuk. Faktor risikonya salah satunya adalah polusi udara dan asap rokok.PPOK adalah penyakit progresif yang mengancam jiwa diperkirakan mempengaruhi lebih dari 251 juta orang di dunia dan diperkirakan menjadi penyebab kematian ke-tiga pada tahun 2020. Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) 2013 mengungkapkan bahwa jumlah pasien PPOK naik 3,7 persen.“Namun, data ini tidak mewakili keadaan sesungguhnya di Indonesia,” ungkap Ahli Paru Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Faisal Yunus, dalam keterangan tertulis baru-baru ini.Sebuah studi biomass sebagai kolaborasi antara Indonesia dan Vietnam yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa prevalensi PPOK pada pasien bebas rokok sama tingginya. Studi tersebut melibatkan responden berusia di atas 40 tahun yang tinggal di Banten dan DKI Jakarta dan menemukan prevalensi pasien PPOK sampai 6,3 persen.

Bagikan berita ini:
9
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar