Waspadai Stok dan Lonjakan Harga Beras pada Akhir Tahun

Minggu, 25 November 2018 11:47

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga beras menjelang Natal dan tahun baru. Sebab, akhir tahun merupakan masa tanam, bukan masa panen. Padahal, pada masa itu permintaan justru meningkat.Pengamat Indef Bhima Yudhistira memprediksi harga beras akan naik pada akhir tahun. Saat ini harga beras terpantau naik 0,42 persen bila dibandingkan dengan Oktober sampai minggu ketiga November. Kontribusi kenaikan harga beras ke inflasi diperkirakan 0,03-0,1 persen. Dia menyebut kondisi itu masih lebih baik daripada Januari 2018. Saat itu ada kenaikan harga beras sebesar 3 persen. Hal itu membuat kontribusi beras ke inflasi tembus 0,24 persen. “Pantauan harga memang belum final,” ungkapnya.Gejolak volatile food akan terasa pada Desember. Inflasi volatile food hingga Oktober sudah mencapai 1,58 persen lebih tinggi daripada total volatile food 2017 yang sebesar 0,71 persen. Pemicunya, akhir tahun adalah musim tanam raya, bukan panen raya. “Ancaman banjir akibat musim hujan menjadi salah satu faktor penyumbang gagal panen,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
4
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar