DBD Renggut Satu Nyawa di Polman

Senin, 26 November 2018 19:32
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, POLMAN — Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kian merebak di Desa Batetangga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Bahkan, kecemasan warga kian menjadi setelah salah satu korban yang sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali dikabarkan meninggal dunia.Rafli Alamsyah (11) siswa MI DDI Ponpes Al-Ihsan Kanang tersebut merupakan korban pertama yang akibat terserang DBD. Ayah korban, Sahabuddin yang ditemui menuturkan, awalnya anaknya disangka demam biasa hingga dia pun membelikan obat demam.“Pertama sakit saya belikan obat dan sembuh. Dua hari kemudian kembali bersekolah, lalu panasnya kembali lagi sehingga dibawa ke klinik, di klinik menurut dokter ia sakit tipes dan selama dirawat tak kunjung membaik. Kemudian dirujuk ke RSUD Polewali, di RSUD perawat di ICU sampaikan bahwa anak saya kena DBD, karena ditemukan ada bintik-bintik merah ditubuhnya,”ungkapnya, Senin 26 November, siang tadi.Sahabuddin mengatakan, anaknya sempat dirawat di ruang perawatan anak selama dua hari di RSUD Polman. Dan kondisinya menunjukkan ada kemajuan karena sudah boleh bermain, namun pada waktu subuh hari kondisi nya kembali memburuk dan dibawa kembali ke ruang ICU. ” Dan pada pukul 11.00 Wita, Rafli sudah tidak bernyawa lagi,”kata Sahabuddin.Terpisah, Pimpinan Ponpes Al-Ihsan DDI Kanang, Adnan Nota menyampaikan, melalui sosial media agar OPD terkait segera turun tangan untuk segera melakukan fogging agar tidak semakin meluas dampak DBD. “Ada dua siswa saya yang terserang DBD saat ini, yang duduk di bangku kelas VI, 1 orang dan Siswa kelas V juga satu orang, dan yang kelas VI itu putra dari Sahabuddin yang meninggal setelah dirawat. Berdasarkan diagnosa dari RSUD, itu positif DBD,”jelasnya.Kepala Desa Batetangga Muhammad Sa’id membenarkan, DBD tengah mewabah di Desanya dan saat ini ada empat warganya yang tengah dirawat di rumah sakit. “Ini saya mau ke rumah sakit membesuk warga saya yang masuk dirumah sakit, dari empat yang masuk satu diantaranya meninggal dunia. Kita berharap agar saat dilakukan fogging bukan pada titik tertentu saja, karena wabah ini menyebar ke seluruh kampung,”jelasnya.(win/ade)

Bagikan berita ini:
4
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar