Ketum PSSI Rangkap Jabatan, Sesmenpora: Memangnya Tidak Ada Orang Lagi

Senin, 26 November 2018 15:03
Ketum PSSI Rangkap Jabatan, Sesmenpora: Memangnya Tidak Ada Orang Lagi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tuntutan Edy Rahmayadi untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI tak hanya datang dari netizen atau masyarakat biasa. Kondisi ini juga berada dalam pantauan Kemenpora. Secara khusus, Sesmenpora mengkritik posisi sang Ketum PSSI yang tidak pernah berada di Jakarta.Menurut Sesmenpora, Gatot Dewa Broto, Ketua Umum PSSI terlalu banyak menghabiskan waktunya di lokasi yang cukup jauh dari kantor pusat PSSI di Jakarta. Edy memang lebih banyak berada di Sumut untuk menjalankan tugasnya sebagai gubernur.”Masa’ Ketua PSSI, sepak bola yang sangat seksi dan strategis, dirangkap dari jauh. Komunikasi memang sudah maju, tapi tidak maksimal itu,” kata Gatot.Dia pun mewanti-wanti Edy agar tidak lagi mengatakan bahwa jabatan yang dipegangnya adalah amanat rakyat. Dengan alasan itulah, Edy enggan melepas jabatan hingga periode waktunya selesai, 2020 mendatang.”Jangan keliru, itu bukan amanat rakyat, tapi amanat klub dan voters. Jadi, saya harap Pak Edy jangan bawa-bawa itu lagi,” tegasnya.Karena itu, Gatot berharap Edy bisa legawa untuk melepaskan salah satu jabatannya tersebut. Terutama meletakkan jabatan sebagai Ketum PSSI karena terbukti di era kepemimpinannya masih banyak masalah. Termasuk Timnas Indonesia yang gagal meraih target.“Kalau bisa, milih lah. Memangnya di Indonesia tidak ada lagi orang yang sanggup mengurus PSSI?” tandasnya.Belakangan ini hastag #EdyOut makin kencang disuarakan netizen. Bahkan, komentar nyeleneh sang mantan Pangkostrad tersebut dijadikan chant oleh suporter saat Timnas Indonesia bertemu Filipina di Stadion GBK, Minggu (25/11). Chant tersebut merupakan sindiran bagi Edy yang tak jua mau melepaskan jabatan sebagai Ketum PSSI meski tak memberi prestasi. (pra/JPC)

Bagikan berita ini:
5
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar