Menag Ingin Tetapkan Biaya Haji Pakai Kurs Dolar AS, Ini Alasannya

Senin, 26 November 2018 22:16
Menag Ingin Tetapkan Biaya Haji Pakai Kurs Dolar AS, Ini Alasannya

Dia menjelaskan, terkait pelunasan biaya oleh jamaah, adalah selisih yang harus dibayarkan dari setoran awal yang sudah mereka bayarkan. Kemudian, nantinya dikaitkan dengan berapa nilai kurs rupiah pada saat pembayaran dilakukan.“Sehingga tidak ada yang dirugikan dengan ketentuan seperti ini. Jadi kami menganalogikan, mengkiaskan kalau kita membeli barang-barang impor misalnya alat-alat elektronik, membeli kendaraan bermotor, itu kan barangnya boleh jadi sama, tapi harganya dari sisi rupiah bisa berbeda-beda karena nilai kurs juga berbeda,” paparnya.Lukman mengaku kesulitan dengan pembayaran melalui rupiah yang biasa dilakukan selama ini. Kondisi mata uang tanah air yang terus melemah, bahkan harus ditombok dengan dana hingga setengah triliun.“Pada saat pelaksanaan ternyata mata uang rupiah melemah terhadap USD, sehingga harus membayar selisihnya itu dari save guarding, dan cukup besar sampai Rp 500 miliar. Untuk itu, di 2019 sebaiknya kita tak mengulang peristiwa seperti itu,” pungkasnya.Sebelumnya, Kemenag mengusulkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 1440 H/2019 M sebesar USD 2.675. Artinya, tarif haji tahun depan naik USD 43 dari tahun sebelumnya USD 2.632. Sehingga, dalam rupiah, tarif haji tahun depan naik Rp 627.198 menjadi Rp 39 juta. (yes/JPC)

Bagikan berita ini:
1
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar