Komisi E DPRD Sulsel Komitmen Perjuangkan Insentif Guru Honorer

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Nasib ribuan Guru Honorer SMU, SMK dan SLB di Sulsel kini terkatung-katung, Jika DPRD Sulsel dan pemprov mengesahkan APBD 2019. Sebab, pos anggaran untuk insentif guru bantu (Honorer) dihapus dalam RKA OPD Dinas Pendidikan. Nasib sebagian Guru Honorer terancam.Menanggapi kebijakan Pemprov Sulsel yang memotong insentif Guru Honorer, Wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel, M Rajab secara tegas mengatakaan pihaknya di Dewan menolak kebijakan tersebut. Dan akan tetap memperjuang anggaran untuk insentif guru honorer.Menurutnya, komisi E akan tetap berkomitmen memperjuangakn nasib serta hak para Guru Honorer di Sulsel untuk mendapat insentif.”Yang jelas DPRD Sulsel, secara khusus Komisi E tetap akan memperjuangkan penganggaran terhadap insentif guru bantu bagi SMA SMK dan SLB. Jumlah mereka kurang lebih 4 ribu orang,” kata Rajab di DPRD Sulsel, Selasa, 27 November.Jubir DPW NasDem Sulsel itu menilai kebijakan Pemprov yang memangkas insentif guru honorer tak rasional. Dimana kata dia dengan jumlah fantastis akan mengganggu pembelajaran di Sekolah dimana guru honorer mengabdi.”Artinya, ini terkait dengan pelayanan pendidikan kita di Sulsel yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi di tingkat SMA, SMK dan SLB. Karena terkait hak bagi guru bantu yang selama ini sudah mengabdikan diri, kalau mogok, belajar terganggu,” tutur Rajab.

  • Bagikan