6 Orang Tewas Akibat Pembunuhan Masal di Sebuah Rumah di Jepang

Rabu, 28 November 2018 14:04
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Penduduk desa terpencil di Jepang ketakutan dengan insiden baru-baru ini. Pembunuhan masal menyebabkan enam orang tewas di sebuah rumah. Polisi kemudian menemukan mayat ke tujuh yang berada di bawah jembatan terdekat di Sungai Takachiho.Penyidik menemukan jasad seorang perempuan di luar rumah. Mereka juga menemukan lima jasad lainnya, termasuk seorang gadis muda di dalam rumah pada Senin (26/11). Laporan media mengatakan, beberapa korban tampaknya ditikam.Polisi menyebut, korban tewas itu antara lain Mihoko Iihoshi, istri pemilik rumah berusia 66 tahun, cucu perempuan bernama Yui, 7 tahun, dan kerabat pria Fumiaki Matsuoka, 44 tahun. Mayat dari tiga korban yang tersisa, dua pria dan seorang wanita, belum diidentifikasi secara publik.Polisi pergi ke rumah itu setelah seorang kerabat memberi tahu mereka bahwa panggilannya ke keluarga itu tidak dijawab. Tubuh ke tujuh, yang diyakini oleh polisi adalah putra Yasuo Iihoshi, ditemukan di sungai sekitar tiga kilometer jauhnya. Sepertinya pria itu naik mobil ke jembatan tersebut sebelum ditemukan tewas di sungai.Daerah ini dekat lembah Takachiho, tujuan wisata populer yang dikenal dengan ngarainya yang indah. Pembunuhan masal itu memicu ketakutan warga. Pejabat setempat mendesak orang-orang untuk berhati-hati dan mengumpulkan anak-anak mereka.Pembunuhan masal jarang terjadi di Jepang, yang dianggap sebagai salah satu negara teraman di dunia, mungkin juga karena undang-undang senjata yang ketat. Namun pembunuhan yang dilakukan dengan pisau terkadang menjadi berita utama.Pada 2001 seorang pria dengan riwayat penyakit mental memaksa masuk ke sekolah dasar di Osaka dan menikam delapan anak berusia antara enam dan delapan tahun. Pada 2008, tujuh orang tewas ketika seorang pria membanting sebuah truk ke kerumunan orang di sebuah jalan perbelanjaan di Tokyo dan kemudian melakukan serangan dengan pisau. (iml/JPC)

Bagikan berita ini:
10
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar