Roda Dua Paling Banyak Menunggak Pajak, Samsat Makassar Siap Door to Door

Rabu, 28 November 2018 - 09:14 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap  (Samsat) Wilayah Makassar 1 Selatan merekap kendaraan yang tidak mendaftar ulang (KTMDU) menurut bulan pajak. Hasilnya masih banyak kendaraan yang menunggak pajak.

Kendaraan yang menunggak pajak tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua sebanyak 18.045 unit, dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 3,1 miliar serta denda PKB sebesar 367 juta. Maka denda PKB sebesar 3,5 miliar.

“Kemudian untuk kendaraan roda empat sebanyak 6.348 unit dengan PKB 14,3 miliar, dengan denda 1,3 miliar. Maka keseluruhan denda PKB sebesar 15,7 miliar,” ujar Kepala Seksi Penerimaan dan Penerapan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendapatan Samsat Wilayah Makassar 1 Selatan, H Makmur Majid saat ditemui di kantornya, Selasa (27/11/18).

Ia menjelaskan, jika digabungkan kendaraan yang tidak membayar pajak baik roda dua maupun roda empat, maka sebanyak 24.393 unit, dengan PKB sebanyak 17,5  miliar serta denda PKB sebanyak 1,7 miliar. Maka total denda PKB sebanyak 19,2 miliar.

“Ini dari tahun 2013 sampai tahun 2018. Karena ini denda akumulasi dari tahun ke tahun yang datang bayar pajak,”terangnya.

Majid menilai, banyaknya penunggakan pajak utamanya pada kendaraan roda dua disebabkan karena mudahnya memperoleh kendaraan tersebut. Sementara pemiliknya tidak mengetahui jika ada wajib pajak disitu.

“Inilah yang menyebabkan kita menunggak pembayaran pajak khususnya roda dua. Seandainya ada batasan untuk kredit bisa diatasi. Tapi kan ini dari pembiayaan bisa saja tambah DP untuk roda dua, tapi dibalik itu kewajiban diabaikan,”terangnya.

Meski demikian, Samsat wilayah Makassar 1 Selatan memiliki langkah untuk mengantisipasi penunggakan pajak dikemudian hari. Majid mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi sebanyak 7 kali dalam satu tahun.

“Kemudian ada door to door yang langsung datang ke rumah wajib pajak. Kemudian ada lagi Samsat Siapakainga, ketika ditemukan parkir di jalan kita bisa mengingatkan kepada wajib pajak. Jadi tidak ada niat permalukan dia (wajib pajak),”tegasnya. (sul/fajaro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.