Sekprov Sulsel: Tak Bayar Pajak Randis Dikategorikan Korupsi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel menggelar sosialisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) melalui ATM dan mobile banking, Selasa (27/11). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur.

Sosialisasi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo. Dalam sambutannya, ia meminta kepada seluruh dinas di Pemprov Sulsel agar segera melunasi pembayaran pajak kendaraan pribadi dan kendaraan dinas yang digunakannya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan KPK terkait pajak kendaraan dinas ini. Tidak membayar pajak kendaraan dinas namun anggarannya ada, dapat dikategorikan korupsi,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada semua dinas dan ASN yang berkantor di Pemprov Sulsel agar melunasi pajak kendaraannya tepat waktu. Sebab pajak tersebut akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan.

Kepala Bapenda Sulsel Tautoto Tanaranggina, menyampaikan materi dalam sosialisasi yang dihadiri ASN Pemprov Sulsel dan staf Bank Sulselbar ini. Menurutnya, sosialisasi pembayaran PKB menggunakan ATM dan mobile banking ini digelar dengan menyasar ASN Pemprov Sulsel. Sebab ASN merupakan nasabah Bank Sulselbar yang juga pemilik kendaraan.

“Usai sosialisasi ini kami harapkan agar ASN Pemprov Sulsel mau memanfaatkan layanan ATM dan mobile banking untuk membayar PKB. Sebab mereka adalah nasabah Bank Sulsel dan juga pemilik kendaraan,” katanya.

Ia menambahkan, pembayaran pajak melalui ATM dan smartphone ini merupakan inovasi terbaru Bapenda Sulsel untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Sambil istirahat di rumah, juga bisa membayar PKB menggunakan ponsel.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...