Tiga Hari, Dua Warga Bunuh Diri di Bone

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BONE – Kasus bunuh diri menghantui warga Kabupaten Bone. Pasalnya, hanya dalam rentang tiga hari, dua warga ditemukan meninggal karena bunuh diri.

Kasat Polres Reskrim Bone, AKP Dharma Praditya Negara menjelaskan, kasus terbaru berasal dari Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja yang menimpa seorang petani, Kamaruddin (48).

Ia diduga bunuh diri dengan menggantung dirinya sendiri di sebatang pohon menggunakan tali nilon, Senin malam, 26 November. Dugaan itu diperkuat dengan temuan racun pestisida di lokasi kejadian.

“Korban diduga depresi. Karena tidak ditemukan luka memar atau tanda-tanda kekerasan fisik di tubuhnya. Mulutnya membiru dan memar bekas tali di lehernya,” terangnya, Rabu, 28 November.

Kejadian itu menyentak masyarakat Bone. Pasalnya, tiga hari sebelumnya, kasus serupa menimpa salah satu warga di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Seorang perempuan, ZA (25) ditemukan terbaring tak bernyawa di gubuk-gubuk persawahan Lingkungan Lapanning. Tangannya menggenggam telepon genggam.

Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Tenriawaru untuk divisum. Humas RSUD, Ramly, memaparkan hasilnya yang menunjukkan perempuan itu tengah berbadan dua. Usia kandungan mencapai usia delapan bulan. Lagi-lagi, tak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya darah yang sempat keluar dari mulut korban.

Masyarakat sekitar Waetuo menduga perempuan itu mengakhiri nyawanya sendiri dengan menenggak racun. Sayangnya, tak ditemukan bukti-bukti zat berbahaya di lokasi meninggalnya korban. “Malah waktu ditemukan, hapenya sudah tidak ada kontak dan pesan-pesan. Semuanya sudah dihapus,” tandas seorang warga, Majid. (mam/fjr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...