Habib Bahar Hina Jokowi, Ini Pesan Cak Imin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta masyarakat cerdas memilih ulama yang akan didengar tausiahnya. Publik diimbau tak menggubris pendakwah yang hanya pandai melontarkan ujaran kebencian.

"Masyarakat atau publik harus pintar memilih ulama yang benar ilmunya," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin itu di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Kamis (29/11).

Cak Imin berpesan demikian merespons Habib Bahar bin Ali bin Smith yang menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sebutan banci dan haid. Video Habib Bahar ini diketahui sedang viral.

"Yang seperti itu model-model ingin populer, kedua memang emosinya belum stabil sehingga tidak laik diikuti," katanya mengomentari Habib Bahar.

Di sisi lain, Cak Imin mengatakan PKB terus melakukan pertemuan dengan para ulama, untuk memperkuat bangsa Indonesia. Selain itu, mereka juga berupaya mengantisipasi ujaran-ujaran kebencian.

"PKB menginventarisasi dan mengorganisasi agar kita semua tidak terjebak dalam permusuhan," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam video yang beredar di YouTube, Habib Bahar bin Ali bin Smith‎ menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat. Ia juga menyebut Jokowi sebagai seorang banci.

Adapun video itu, belakangan diketahui saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 17 November 2018 lalu di daerah Batu Ceper, Tangerang, Banten.

Saat ini, Habib Bahar bin Ali bin Smith dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap penguasa dan hate speech.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...