Mobil Dinas Bupati Seharga Rp1 Miliar, Ini Tanggapan Legislator Barru

Kamis, 29 November 2018 - 09:04 WIB

FAJAR.CO.ID, BARRU — Dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barru, terselip dua item pembelanjaan dengan nilai fantastis. Dua item tersebut adalah pembelian mobil dinas Bupati senilai Rp 1 milyar dan pengadaan baju batik seragam para ASN lingkup Pemkab Barru sebesar Rp 600 juta.

Anggota DPRD Barru memberikan tanggapan berbeda dengan beban tambahan dari APBD Pemkab Barru 2019 yang mengalokasikan dana sekitar Rp 1,6 milyar untuk pembelian randis Bupati senilai Rp 1 milyar dan pengadaan baju batik seragam sebesar Rp 600 juta.

Legislator Partai Golkar, Andi Syahrir menilai kedua pengadaan tersebut menjadi beban APBD 2019 karena ada pembelian mobil untuk Bupati dan pengadaan baju batik seragam untuk ASN.

“Apabila dilihat dari skala prioritas, tentu ada yang lebih baik didahulukan, terutama program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti perbaikan jalan rusak. Apalagi kalau memang mobil dinas Bupati masih layak pakai, lalu kenapa terlalu cepat dilakukan pembelian, “ujar Andi Syahrir.

“Sebelumnya juga pembangunan stadion ditolak enam fraksi di dewan, karena ada yang semestinya menjadi skala prioritas dibanding dengan membangun Stadion pada tahun ini,” jelasnya

Fraksi Golkar ikut menolak pembangunan stadion karena ada yang lebih urgen sehingga harus ditunda dulu.

Sementara Ketua Fraksi Demokrat Andi Haeruddin menyatakan tidak ada penambahan anggaran signifikan yang dialokasikan Bagian Umum Pemkab Barru.

Besaran dana yang akan dikelola Bagian Umum tidak terlalu jauh berbeda dengan anggaran tahun lalu, sehingga tidak patut dinilai sebagai beban pada APBD 2019.

“Memang ada alokasi pembelian mobil Bupati sebesar Rp 1 milyar dan pengadaan baju batik seragam untuk seluruh ASN dilingkup Pemkab Barru dalam alokasi dana Bagian Umum tapi hal itu dinilai normal-normal saja, “ujar Andi Haeruddin, Selasa (27/11) malam. (udi/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.