Resmi, Jokowi Coret Kata UMKM di Paket Kebijakan Ke-16

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memenuhi janjinya untuk mencoret bidang usaha UMKM dari daftar negatif investasi (DNI). Keputusan itu langsung ditindaklanjuti oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sekertaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, keputusan tersebut merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencoret sektor UMKM dan Koperasi dari 54 bidang usaha dalam relaksasi DNI.

Adapun lima bidang usaha yang dikeluarkan tersebut terdiri dari empat bidang usaha dari kelompok A yakni UMKM Koperasi. Antara lain industri pengupasan dan pembersihan umbi-umbian, industri percetakan kain, industri kain rajut khususnya renda, warung internet.

Kemudian, terdiri dari satu bidang usaha dari kelompok B atau UMKM yang dicadangkan, yaitu perdagangan eceran melalui kantor pos dan internet.

"Kemarin kita sudah mendengar arahan Pak Presiden untuk yang lima bidang usaha yang kita usulkan tadinya (UMKM Koperasi) dengan pembahasan bersama kementerian dan lembaga kita keluarkan dari DNI. Sesuai arahan kemarin, kita kembali masukkan ke dalam DNI," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/11).

Dengan keputusan ini, Susi berharap semua pelaku usaha bisa menerimanya dengan baik. Kepastian ini akan segera dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang akan segera ditandatangani.

"Mudah-mudahan dengan proses yang sudah kita lalui ini, teman-teman usaha bisa menerima yang kemarin kita respons dan saat ini sedang kita kejar penyelesaian rancangan Perpres-nya (Peraturan Presiden)," ungkapnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...