Rhapsody Parodi Menu Minggu Ini

Kamis, 29 November 2018 08:14
Belum ada gambar

Kalau saja saya wanita. Saya mau jadi Mary-nya. Tapi tidak hanya dalam menerima warisannya. Juga akan all out  menjaga Freddienya. Agar tidak begitu jauh bisexnya. Agar tidak terlambat insyafnya.Agar kalau pun menerima warisan tidak disertai penyesalan.Ups… saya terlalu jauh terseret ke dalam emosi film itu. Padahal saya tetap tidak mengerti: apa arti kata-kata di syair Bohemian Rhapsody itu.Dulu, ketika lagu itu top di tahun 1975 saya tidak tahu: waktu itu saya baru bisa menyukai lagu-lagu gambus.Dulu, ketika lagu itu ngetop lagi di tahun 1991, saya baru tahu nama penyanyinya. Justru saat Freddie Mercury meninggal dunia. Karena AIDS itu.Ketika sudah menyukainya saya periksa isi syairnya. Beberapa kali.Tidak mengerti maksudnya.Saya pikir itu karena keterbatasan bahasa Inggris saya.Ternyata benar. Bahasa Inggrisnya sang genius di luar jangkauan pikiran biasa.Saya jadi ingat ini. Ketika kursus bahasa Inggris satu bulan. Di Santa Barbara. California. Saya satu-satunya yang Indonesia.Sang tutor membagikan head phone. Kami diminta mendengarkan musik. Lima kali. Lagu yang sama.Mengerti isinya?Kami menggeleng. Semua.Tutor membagikan teks lagunya: Hotel California.Kami diminta membacanya. Tiga kali.“Mengerti?” tanya sang tutor.Kami semua menggeleng. Semua.“Saya juga tidak mengerti,” ujar sang tutor.Kami pun tertawa. Lega. Sang tutor tidak pura-pura.

Bagikan berita ini:
8
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar