Soal Reuni Aksi 212, Begini Sikap PAN

Kamis, 29 November 2018 08:25
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) memilih berbeda dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal acara Reuni 212 pada 2 Desember mendatang. PAN tak akan ‘ikut-ikutan’, namun mempersilakan kadernya bagi yang ingin ikut andil.Wakil Ketua Partai Amanat Nasional (PAN), Mulfachri Harahab mengatakan, membebaskan kadernya untuk ikut, tapi partanya tidak menyukseskan perhelatan tersebut. Dengan kata lain, kader yang datang bukan mengatasnamakan PAN.”Enggak ada atas nama partai setahu saya silakan saja. Itu sesuatu yang tidak dilarang menurut saya dalam demokrasi kita,” ujar Mulfachri saat dihubungi, Rabu (28/11).”Tapi sebagai sebuah institusi politik, PAN misalnya kita tidak akan membuat seruan agar kader kita datang ke sana, dan kita juga tidak melarang,” tambahnya.PAN juga tidak mempermasalahkan adanya Reuni Akbar 212 tersebut. Karena setiap orang berhak menyampaikan pendapat. Sepanjang tidak ada hal-hal yang melanggar konstitusi.”Bagian dalam kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Kemerdekaan berserikat, sepanjang tidak ada hal-hal yang ilegal dan inkonstitusional selama proses reuni 212 itu saat kira enggak ada masalah,” katanya.Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman meminta para kadernya untuk ikut menyukseskan acara reuni 212 yang akan digelar hari Ahad (2/12) mendatang di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.Sohibul menjelaskan kehadiran dalam reuni 212 merupakan salah satu bentuk nyata PKS dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan para ulama.Menurut Sohibul, gerakan 212 merupakan wujud kecintaan umat Islam pada keutuhan bangsa dari ancaman disintegrasi. Awal gerakan ini kan menuntut keadilan hukum atas penghinaan terhadap kitab suci Alquran.Oleh karena itu, Sohibul berharap pemerintah dan aparat dapat bersikap proporsional terhadap kegiatan reuni 212 dengan tidak menghalang-halangi dalam bentuk apapun.Persaudaraan Alumni 212 berencana menghelat reuni akbar Aksi 212 di kawasan Monas pada 2 Desember. Reuni tersebut merupakan yang kedua setelah PA 212 menggelar acara serupa pada 2017 lalu.Aksi Damai Bela Islam 2 Desember (212) pertama kali dilaksanakan di kawasan Monas pada 2016 silam. Kala itu, massa yang hadir menuntut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk bertanggung jawab, terhadap pernyataannya yang dianggap menghina agama Islam.‎ (gwn/JPC)

Bagikan berita ini:
8
10
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar