Strategi Kemenpar Hadapi Era Digital

Kamis, 29 November 2018 22:55
Belum ada gambar

“Secara wilayah, Singapura dekat dengan Indonesia, seperti Kepulauan Riau (Kepri) yang memiliki Great Batam. Salah satu faktor yang penting dalam pariwisata adalah proximity atau kedekatan baik jarak maupun budaya sehingga Singapura menjadi target market yang ideal,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.Utamakan KualitasSementara itu pada sesi kedua menampilkan tiga pembicara yaitu Ekonom Senior Faisal Basri, Google Ambassador dari Indonesia Daniel Oscar Baskoro dan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata yang dipandu oleh moderator Guntur Sakti Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar.Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan pihaknya mampu menjaring inbound dari tujuh negara lainnya tempat Grab berada. “Dengan kehadiran di 8 negara menjadi kekuatan Grab untuk kampanye Wonderful Indonesia,” kata Ridzki.Oleh karena itu, pihaknya membuka peluang kerja sama untuk mempromosikan pariwisata ke publik yang lebih luas demi menjaring lebih banyak wisatawan tahun depan.Sedangkan Faisal Basri mengingatkan agar Kemenpar tidak mengejar target berdasarkan kuantitas, namun yang diutamakan adalah kualitas sehingga hasil devisa yang diperoleh akan besar. “Kalau mengejar kuantitas akan selalu tidak tercapai. Lebih baik mengejar kualitas dengan meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisman,” kata Faisal BasriFaisal melihat pertumbuhan perolehan devisa dari wisman tahun lalu hanya 5%, sedangkan pengeluaran wisatawan kita (wisnas) yang ke luar negeri tumbuh 7%, “Ini menjadi tantangan ke depan yang semakin susah untuk mempertahankan surplus devisa dari pariwisata,” kata Faisal.

Bagikan berita ini:
8
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar