Wow! Gorden Rujab Gubernur Rp199 Juta, Gorden Rujab Wagub Rp175 Juta

Kamis, 29 November 2018 08:49
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Rincian Kegiatan Anggaran (RKA) milik Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sulsel cukup menarik untuk ditelisik. Sebab angkanya cukup fantastis.Selain itu, item kegiatan yang tercantum dalam RKA tersebut bisa menjadi gambaran performa terkait kebutuhan gubernur maupun wakil gubernur, serta sekretaris Provinsi Sulsel. Termasuk kebutuhan para petinggi tersebut di rumah jabatan masing-masing.Tahun depan, Biro Umum dan Perlengkapan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp50 miliar. “Sebenarnya yang diusulkan Rp80 miliar. Namun yang disepakati sekitar Rp50 miliar,” ungkap Hatta, Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel.Anggaran sebesar itu digunakan untuk membiayai ratusan item yang ada dalam RKA. Mulai dari pembayaran listrik. Tagihan telepon pimpinan. Biaya makan minum kegiatan pimpinan. Pengadaan mobiler. Perlengkapan rumah tangga pimpinan, dan masih banyak lagi.Khusus untuk kebutuhan rumah tangga pimpinan, miliaran anggaran disiapkan. Mulai dari pengadaan perabotan yang besar seperti ranjang, bed cover, kursi, peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, hingga perlengkapan makan.Dari RKA, dirinci untuk pengadaan mesin cuci, disiapkan anggaran sebesar Rp60 juta. Televisi Rp118.100.000, pengisap debu Rp13.000.000.Khusus untuk kain gorden di rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur, disiapkan anggaran Rp374,5 juta. Rinciannya, gorden rujab gubernur 133 meter Rp199.500.000, dan gorden rujab wagub 140 meter Rp175 juta.Khusus untuk pengadaan tempat sampah, Biro Umum menyiapkan anggaran sebesar Rp820.000. Dua taplak meja panjang rujab gubernur Rp1,5 juta. Satu set taplak meja pendek rujab gubernur Rp2,4 juta. Satu set sarung wulang rujab gubernur Rp700.000Untuk belanja modal pengadaan satu paket rantang/cerek/baskom dan lain-lain di rujab gubernur, disiapkan anggaran sebesar Rp97.845.000Sementara untuk belanja piring, gelas, mangkuk, cangkir, sendok garpu, pisau, anggaran yang dialokasikan totalnya Rp181.057.800. Belanja pecah belah rujab gubernur satu paket Rp107.982.800, dan pecah belah rujab wagub satu paket Rp73.075.000. Pengadaan panci/dandang, total anggaran yang disiapkan Rp24.650.000.Hatta mengatakan, sebelum mengusulkan belanja barang-barang untuk kebutuhan rumah jabatan pimpinan, pihaknya terlebih dahulu melakukan inventarisasi dan mendata kebutuhan apa yang harus dipenuhi tahun depan.“Apalagi, rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur diisi pemimpin baru. Kita mau kondisinya bagus semua,” katanya.Makanya, banyak pengadaan peralatan baru. Seperti tempat tidur baru karena memang ranjang yang ada sudah lama. Begitu juga dengan perlengkapan makan minum.“Sebenarnya tidak tiap tahun dianggarkan. Kami mengkondisikan apa kebutuhan,” kata Hatta.Untuk pembayaran jasa listrik, telepon, air, pengiriman dan internet saja mencapai Rp7,07 miliar di RAPBD 2019. Ini untuk biaya yang ada di tiga rumah jabatan, gubernur, wagub dan sekprov.Rinciannya, Rp1,62 miliar untuk biaya telepon, Rp1,34 miliar untuk air, Rp3,84 miliar untuk listrik, Rp120 juta untuk internet dan Rp145 juta untuk jasa pengiriman barang/paket.Untuk barang mewah, beberapa di antaranya seperti kasur masterpiece untuk rujab gubernur senilai Rp137 juta dan kursi kerja untuk wagub senilai Rp15 juta.Hatta mengatakan, untuk belanja jasa listrik dan telepon merupakan belanja rutin. Setiap tahun besarannya hampir seperti itu.“Tiap tahun kita anggarkan. Tahun depan kita hanya lakukan perbaikan beberapa fasilitas listrik dan internet yang ada di tiga rujab. Untuk pulsa Pak Gubernur dan wagub serta sekda menggunakan sistem pascabayar,” ungkapnya.Terkait pengadaan beberapa barang mahal dan mewah, Hatta menyebutkan itu karena adanya pembaharuan. Sebab, barang yang ada selama ini merupakan peninggalan pejabat sebelumnya.“Di samping itu ada yang kondisi tidak bagus. Misalnya kursi tamu, dulu warna merah sekarang cokelat keemasan. Soal model, warna dan bentuk tentu itu ada pertimbangan dari penghuni rujab. Kami hanya siapkan anggarannya,” jelasnya.Wakil Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman mengatakan, pada dasarnya pihaknya tidak minta yang macam-macam untuk rumah dinasnya.“Saya hanya minta beberapa yang diganti, karena memang barang yang ada sudah lama. Seperti tempat tidur. Tapi saya tidak mencampuri nilainya berapa,” ungkap ASS.Andi Sudirman menekankan, dirinya tidak butuh yang mewah-mewah. Yang penting fungsinya bisa maksimal. Kalaupun ada barang untuk keperluannya berharga mahal, sebaiknya dinormalisasi. Kalau ada sisanya, bisa menjadi Silpa (Sisa Lebih Perghitungan Anggaran). (rhm/rus/bkm)

Bagikan berita ini:
6
8
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar