Adu Jontos Warnai Demostrasi Kenaikan Tarif PDAM, Mobil Pegawai Remuk Diamuk Massa

Jumat, 30 November 2018 15:55

FAJAR.CO.ID, BONE — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PDAM Wae Manurung Bone, Jumat, 30 November. Mereka menolak kenaikan tarif dasar air.

Aksi unjuk rasa itu berujung bentrok antara pegawai PDAM dengan mahasiswa. Bahkan, salah satu koordinator lapangan, Iwan Taruna, sempat terluka karena adu jotos. Hidungnya berdarah dan membuatnya harus diamankan rekan-rekannya sesama pengunjuk rasa.
“Kami menolak kenaikan tarif 50 persen karena PDAM tidak memiliki regulasi yang jelas. Dasarnya ia Perbup tahun 2008, sedangkan kami menilai berdasarkan peraturan menteri no.71 tahun 2016 itu tidak sesuai,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mengamankan lokasi PDAM Wae Manurung. Mereka mengantisipasi adanya bentrok susulan antara mahasiswa dan pegawai. Pasalnya, mahasiswa mengepung area PDAM dan tidak memperbolehkan kendaraan pegawai lewat.
Alhasil, mobil milik Kasubag Logistik PDAM Bone, Ahmad remuk diamuk massa. Ia mengaku hanya bermaksud memindahkan mobilnya ke luar area kantor.
Itu setelah aksi ricuh yang mewarnai unjuk rasa mahasiswa di depan kantor PDAM. Sayangnya, belum sempat bergerak bebas di atas aspal, mobilnya diamuk massa yang tersulut emosi.
“Saya sebenarnya cuma mau keluar parkir mobil ke sana. Cuma, diadang demonstran,” jelasnya, menunjukkan mobil putihnya yang penyok di beberapa sisi.
Kaca depannya nyaris pecah berkeping-keping. Hanya menyisakan retakan yang berpusat di satu titik. Sementara kaca belakangnya sudah hancur berantakan. Kata Ahmad, mobilnya baru genap setahun dikendarai.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Bone menggelar unjuk rasa di kantor PDAM Bone. Mereka menuntut kenaikan tarif PDAM dibatalkan. (mam)
Bagikan berita ini:
2
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar