Jika Tiga Kali Mangkir, Tersangka Underpass Makassar Ini Bisa Berstatus DPO

Jumat, 30 November 2018 09:11
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dua kali sudah tersangka Rosdiana Hardits mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Ia yang terseret kasus dugaan korupsi pembebasan lahan proyek pembangunan jalan simpang lima underpass Mandai-Perintis, Makassar, itu pun dipanggil untuk ketiga kalinya. Jika tak datang, namanya dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sulsel A Faik Wana Hamzah, mengatakan hingga saat ini Rosdiana belum pernah memenuhui panggilan penyidik dalam kapasitas dirinya selaku tersangka. ”Kita sudah melakukan pemanggilan secara patut sebanyak dua kali. Namun tersangka tak pernah hadir,” ungkap Faik Wana, Kamis (29/11).Dalam kasus ini, penyidik kejati telah menetapkan dua orang tersangka. Selain Rosdiana, satu lainnya adalah Ahmad Rifai. Bahkan, Ahmad Rifai yang merupakan salah satu pejabat di Pemkot Makassar kini telah meringkuk dalam sel tahanan.Rencananya, lanjut Faik, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan yang ketiga terhadap Rosdiana. ”Jika sampai pada pemanggilan tiga kali tersangka belum juga hadir, kita akan menetapkan status DPO terhadapnya,” tegas Faik.Bukan hanya dalam status tersangka Rosdiana mangkir. Sebelumnya, pada saat pemanggilannya selaku saksi, enam kali ia tak menemui penyidik kejati.”Jasi sudah sejak awal memang tersangka tidak pernah bersikap koporatif dan mengikuti proses hukum yang berjalan. Ini menghambat proses penyidikan,” tandas Faik.Khusus untuk berkas penyidikan tersangka Ahmad Rifai, menurut Faik, kini telah masuk tahap perampungan. Hanya saja, masih ada beberapa saksi tambahan lagi.Tersangka Ahmad Rifai berperan selaku sekretaris Satgas (Satuan Tugas) pengadaan tanah dalam proyek pembebasan lahan underpass tersebut. Ketika proyek bergulir, Rifai merupakan menjabat sebagai Kasubag Pertanahanan di Bagian Pemerintahan Kota Makassar.Ia disebutkan telah menerima fee atau imbalan sebesar Rp250 juta hasil jual beli lahan underpass yang telah dibayarkan kepada Rosdiana. Padahal lahan yang dibebaskan sesuai di sertifikat tidak masuk dalam lokasi proyek underpass. (mat/rus/bkm)

Bagikan berita ini:
5
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar