Mentan : Perkuat Sistem Pengkarantinaan untuk Fasilitasi Ekspor Produk Pertanian

Jumat, 30 November 2018 13:11

Jakarta — Jajaran Karantina Pertanian diminta untuk memperkuat sistem dan layanan perkarantinaan agar produk pertanian dapat terjamin kesehatan dan keamanannya. “Komoditas pertanian yang sehat dan aman adalah modal besar kita,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat memberikan arahan kepada seluruh pejabat Karantina Pertanian dari seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat (30/11).Mentan mengungkapkan dengan memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor menjadikan produk pertanian dapat menembus pasar global. Saat ini Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian selama kurun waktu 4 tahun terakhir telah melakukan perundingan Sanitary and Phytosanitary (SPS) serta protokol karantina dengan 18 negara. Dan Kementan lakukan pendampingan kepada petani guna pemenuhan persyaratan protokol karantinanya.Manggis, jadi contoh komoditas yang telah melalui negosiasi perkarantinaan yang panjang dan berhasil tembus pasar ekspor. Hingga kini terus mengalami tren peningkatan dagangnya. Tercatat 31.296,00 ton di tahun 2015, 30.099,67 ton di tahun 2016, 11.427,77 ton pada tahun 2017 dan di tahun 2018, volume 26.939,20 ton manggis sampai dengan bulan Oktober. Dengan nilai dagang total rupiah 11,62 triliun. Buah eksotik ini telah mampu tembus pasar di 24 negara. Selain memberikan jaminan bebas terhadap penyakit kutu putih, Barantan juga berikan layanan pemeriksaan karantina di tempat pemilik atau inline inspection.

Bagikan berita ini:
7
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar